Jagosatu.com – Industri ilmu hayat atau life sciences di Inggris tengah menghadapi tantangan serius akibat turunnya investasi asing selama satu dekade terakhir.
Menurut laporan dari Asosiasi Industri Farmasi Inggris (ABPI), penurunan ini bisa berdampak besar terhadap masa depan inovasi medis dan ekonomi Inggris.
ABPI mendesak pemerintah untuk segera bertindak melalui kebijakan anggaran baru yang mendukung riset dan pengembangan.
Mereka menilai bahwa Inggris mulai kehilangan daya saing terhadap negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Swiss.
Sektor life sciences mencakup industri farmasi, bioteknologi, dan riset medis yang selama ini menjadi kebanggaan Inggris.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan global yang justru memindahkan pusat risetnya ke luar negeri.
Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya operasi dan berkurangnya insentif pajak untuk penelitian di Inggris.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,04% di Kuartal 3 — Apa yang Terjadi?
Menurut ABPI, Inggris saat ini hanya menarik sekitar 8% dari total investasi life sciences global.
Angka itu jauh lebih rendah dibanding tahun 2015 ketika Inggris sempat menjadi salah satu tujuan investasi utama di bidang ini.
ABPI memperingatkan bahwa tanpa tindakan cepat, ribuan lapangan kerja berisiko hilang dalam dua tahun ke depan.
Selain itu, para ahli juga menyoroti lambatnya proses perizinan uji klinis yang membuat investor enggan menanam modal.
Beberapa universitas dan startup bioteknologi juga mengeluhkan kurangnya dukungan dana dari pemerintah pusat.
Di sisi lain, pemerintah Inggris berjanji akan meluncurkan “Life Sciences Growth Plan” pada awal tahun 2026.
Rencana itu kabarnya akan berisi keringanan pajak, kemitraan riset, serta pendanaan baru untuk proyek medis berbasis AI.
Meski begitu, banyak pihak masih ragu apakah kebijakan tersebut cukup untuk mengembalikan kepercayaan investor global.
Sejumlah analis menilai, Inggris butuh strategi jangka panjang yang lebih dari sekadar subsidi sementara.
Kepemimpinan yang kuat dan kebijakan fiskal stabil menjadi kunci agar industri ilmu hayat bisa bangkit kembali.
Jika sektor ini gagal diselamatkan, Inggris bisa kehilangan statusnya sebagai “global hub” dalam riset medis dunia.
Situasi ini menjadi peringatan bahwa inovasi dan investasi adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan dalam ekonomi modern.
(J)
Editor : ALengkong