Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ekonomi Digital ASEAN Meledak! 2025 Jadi Tahun Pemantik Revolusi Bisnis Online

ALengkong • 2025-11-11 12:23:28

Photo
Photo

Jagosatu.com - Dunia digital Asia Tenggara kini sedang panas-panasnya dengan pertumbuhan luar biasa yang mencetak sejarah baru.

Ekonomi digital di kawasan ini diprediksi menembus angka lebih dari US$300 miliar Gross Merchandise Value (GMV) pada tahun 2025.

GMV adalah total nilai transaksi barang dan jasa yang dilakukan lewat platform digital seperti e-commerce, transportasi online, hingga media digital.

Menurut laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis oleh Temasek, Google, dan Bain & Company, ekonomi digital ASEAN terus tumbuh sekitar 15% tiap tahun.

Angka ini menunjukkan semangat dan potensi besar dari masyarakat di Asia Tenggara untuk beralih ke layanan digital.

Indonesia menjadi pasar terbesar dengan kontribusi lebih dari sepertiga total GMV di kawasan.

Sektor e-commerce masih jadi mesin utama, diikuti oleh layanan pengantaran makanan dan transportasi online.

Dilansir dari Temasek.com.sg, dalam satu dekade terakhir ekonomi digital di ASEAN tumbuh hampir 7,4 kali lipat.

Baca Juga: Ekonomi Australia di Ujung Tanduk: RBA Peringatkan Risiko ‘Pertumbuhan Lambat Selamanya’!

Pendapatan yang dihasilkan juga meningkat lebih dari 11 kali lipat dibanding sepuluh tahun lalu.

Faktor utama pendorongnya adalah peningkatan jumlah pengguna internet yang kini mencapai lebih dari 700 juta orang.

Selain itu, pandemi COVID-19 sempat mempercepat adopsi digital, terutama dalam belanja dan pembayaran online.

Layanan pembayaran digital seperti e-wallet menjadi tulang punggung transaksi masyarakat modern.

Menurut laporan tersebut, sektor Artificial Intelligence (AI) juga mulai menjadi bagian penting dalam efisiensi bisnis digital.

Banyak startup kini berlomba mengembangkan sistem cerdas untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal pendanaan startup di tahap awal yang masih tertinggal dibanding Amerika dan Eropa.

Para investor masih cenderung berhati-hati karena persaingan ketat dan model bisnis yang belum stabil.

Meski begitu, banyak negara seperti Indonesia dan Vietnam mulai memperkuat ekosistem startup lewat dukungan pemerintah dan regulasi ramah digital.

Dengan pertumbuhan cepat ini, para ahli percaya Asia Tenggara bisa menjadi pusat ekonomi digital dunia baru di dekade berikutnya.

Tren ini juga membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia bisnis dan teknologi.

Ekonomi digital bukan lagi masa depan — tapi sudah menjadi kenyataan hari ini.

(J)

Editor : ALengkong
#ASEAN #ecommerce #BisnisOnline #ekonomidigital #Teknologi #Startup