Jagosatu.com - Setelah sempat lesu, dunia bisnis di Australia kini menunjukkan tanda-tanda bangkit kembali dengan hasil survei menggembirakan.
Menurut survei bulanan dari National Australia Bank (NAB), kondisi bisnis pada Oktober 2025 mencapai level terbaik sejak Maret 2024.
Indeks kondisi bisnis naik menjadi +9 poin, sementara kepercayaan bisnis berada di +6 poin.
Angka ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai optimis menghadapi masa depan ekonomi yang lebih cerah.
Dilansir dari Reuters, peningkatan ini dipicu oleh lonjakan penjualan dan peningkatan keuntungan perusahaan.
Sektor ritel dan jasa menjadi pendorong utama perbaikan tersebut.
Tekanan biaya produksi juga mulai menurun setelah sebelumnya melonjak akibat inflasi global.
Baca Juga: Hari Sains Dunia 2025: Kenapa ‘Kepercayaan’ Jadi Kunci Teknologi Masa Depan?
Perusahaan-perusahaan melaporkan bahwa rantai pasokan kini lebih stabil dibanding awal tahun.
Hal ini membantu bisnis menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi.
Banyak analis menilai bahwa langkah Reserve Bank of Australia (RBA) dalam menahan suku bunga membantu menjaga daya beli konsumen.
Dengan bunga yang stabil, masyarakat lebih berani berbelanja dan investasi pun meningkat.
Survei NAB juga menunjukkan bahwa indeks penjualan melonjak tajam dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, tekanan harga di tingkat konsumen perlahan mulai mereda.
Para ekonom memperkirakan bahwa inflasi akan turun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Meski begitu, masih ada kekhawatiran terhadap ketatnya pasar tenaga kerja dan kenaikan upah.
Banyak bisnis masih kesulitan mendapatkan pekerja di sektor jasa dan konstruksi.
Namun, peningkatan aktivitas bisnis tetap menjadi kabar baik bagi perekonomian Australia secara keseluruhan.
Pertumbuhan ini diharapkan bisa membawa dampak positif bagi mitra dagang utama seperti Indonesia dan Singapura.
Dengan pasar ekspor yang membaik, hubungan ekonomi antarnegara di kawasan Asia-Pasifik bisa makin erat.
Semangat kebangkitan ekonomi Australia ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas regional.
(J)
Editor : ALengkong