Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Makin Ganas di Pasar Global

ALengkong • 2025-11-13 10:11:58

Photo
Photo

Jagosatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali goyah pada perdagangan Kamis, 13 November 2025.

Rupiah dibuka melemah di kisaran Rp 16.720 hingga Rp 16.760 per dolar AS.

Menurut data dari VOI, pelemahan ini disebabkan oleh ketidakpastian kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Selain itu, situasi politik Amerika yang belum stabil juga ikut mengguncang pasar keuangan global.

Para investor menjadi ragu-ragu untuk menaruh dana di negara berkembang seperti Indonesia.

Kondisi ini disebut sebagai bentuk capital outflow, yaitu ketika uang asing keluar dari pasar domestik menuju aset yang dianggap lebih aman.

Baca Juga: Bisnis Australia Menggeliat Lagi! Survei Tunjukkan Kepecahan Rekor Baru!

Dolar AS menjadi tujuan utama karena dianggap stabil di tengah ketidakpastian global.

Dilansir dari Reuters, pasar kini menunggu sinyal terbaru dari pejabat The Fed terkait arah suku bunga.

Kenaikan suku bunga biasanya membuat nilai dolar menguat dan mata uang negara lain melemah.

Ekonom menjelaskan bahwa setiap 0,25 % kenaikan suku bunga dapat menarik miliaran dolar investasi ke Amerika.

Hal ini berdampak langsung pada nilai tukar rupiah yang semakin tertekan.

Bank Indonesia (BI) disebut terus memantau pergerakan pasar dan siap melakukan intervensi bila diperlukan.

Intervensi ini biasanya dilakukan dengan menjual cadangan devisa untuk menahan pelemahan rupiah.

Namun, langkah ini harus hati-hati agar tidak menguras cadangan terlalu banyak.

Menurut analis pasar uang, pelemahan kali ini masih tergolong wajar karena tekanan datang dari luar negeri.

Situasi dalam negeri masih relatif stabil, terutama dari sisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Inflasi Indonesia hingga Oktober 2025 masih terjaga di sekitar 2,6 %, berada dalam target BI.

Sementara itu, ekspor masih berjalan baik berkat permintaan dari Tiongkok dan India.

Meski begitu, masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap potensi kenaikan harga barang impor.

Nilai tukar yang lemah bisa membuat harga bahan baku luar negeri ikut naik.

Pemerintah disebut tengah menyiapkan strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan rupiah.

Langkah itu termasuk memperkuat pasokan pangan dan mempercepat belanja fiskal di akhir tahun.

Bagi pelaku pasar, kunci utama saat ini adalah menunggu kepastian dari The Fed soal arah kebijakan moneter ke depan.

Jika The Fed melunak, ada peluang rupiah bisa kembali menguat menjelang akhir tahun.

(J)

Editor : ALengkong
#Bank Indonesia #dolar #kurs mata uang #Ekonomi Indonesia #Rupiah