Jagosatu.com - S&P Global Ratings mengungkap bahwa Amerika Serikat kini dipandang sebagai mitra yang kurang dapat diandalkan oleh banyak negara.
Pernyataan ini disampaikan oleh kepala ekonom S&P Global Ratings, Paul Gruenwald.
Komentar tersebut membuat banyak pelaku pasar kembali mempertanyakan stabilitas kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Penilaian ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi yang sedang terjadi setelah gejolak politik dalam negeri Amerika.
Para investor global dikabarkan mulai menahan diri dalam menempatkan dana di pasar keuangan AS.
Kondisi ini dapat memicu pergeseran arus modal dari Amerika ke negara lain yang dianggap lebih stabil.
Banyak analis menilai bahwa kepercayaan global terhadap AS mulai berubah perlahan.
Baca Juga: Video-Commerce Meledak: Ekonomi Digital RI Melonjak Hingga Rp 1.600 Triliun!
Ketidakpastian kebijakan menjadi salah satu faktor utama yang membuat negara lain bersikap lebih hati-hati.
Kebijakan fiskal dan moneter yang berubah-ubah membuat pasar sulit memperkirakan arah ekonomi AS.
Hal ini juga berdampak pada mata uang dolar yang mulai menunjukkan pergerakan tidak stabil dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut para pengamat, kondisi ini bisa memicu negara lain memperkuat kerja sama regional sebagai langkah antisipasi.
Beberapa negara bahkan sudah mulai mencari alternatif mitra dagang dan keuangan baru.
Situasi ini dapat mengubah peta ekonomi global jika berlangsung dalam jangka panjang.
Meski begitu, Amerika Serikat tetap memiliki peran besar dalam ekonomi dunia.
Namun, turunnya tingkat kepercayaan dapat mempengaruhi hubungan jangka panjang antarnegara.
Banyak ekonom memperingatkan bahwa ketidakpastian ini dapat memicu volatilitas ekonomi global.
Jika terus berlanjut, pasar global bisa menghadapi risiko guncangan yang lebih besar.
Investor kini memantau langkah kebijakan AS dengan lebih cermat setelah pernyataan S&P.
Pihak S&P menegaskan bahwa penilaian ini adalah gambaran nyata respons negara lain terhadap kondisi politik dan ekonomi AS saat ini.
Dunia kini menunggu apakah Amerika Serikat mampu mengembalikan kepercayaan global dalam waktu dekat.
Situasi ini menjadi sorotan utama pelaku pasar internasional dalam beberapa minggu mendatang. (J)
Editor : ALengkong