Jagosatu.com – Perusahaan besar Korea Selatan, Posco International, resmi membeli produsen kelapa sawit Indonesia Sampoerna Agro.
Akuisisi ini mencapai nilai sekitar 1,3 triliun won atau sekitar 884 juta dolar AS.
Menurut laporan Korea JoongAng Daily, langkah ini dilakukan untuk memperluas bisnis biofuel global.
Biofuel adalah bahan bakar yang dihasilkan dari sumber hayati seperti minyak nabati atau limbah tanaman.
Posco melihat potensi besar biofuel karena dunia sedang beralih dari energi fosil ke energi ramah lingkungan.
Indonesia menjadi incaran utama karena memiliki salah satu industri kelapa sawit terbesar di dunia.
Dengan mengakuisisi Sampoerna Agro, Posco mendapatkan akses langsung ke bahan baku biofuel.
Langkah ini dinilai memperkuat posisi Korea Selatan dalam industri energi baru terbarukan.
Menurut laporan tersebut, akuisisi ini juga membantu Posco mengamankan pasokan bahan baku jangka panjang.
Baca Juga: Perdagangan Karbon Indonesia Tembus Rp 7 Triliun! Siapa yang Untung?
Selain itu, Sampoerna Agro memiliki lahan yang luas dan produktivitas tinggi di sektor kelapa sawit.
Posco menilai Indonesia sebagai pasar strategis dan mitra penting untuk transisi energi global.
Akuisisi ini juga menunjukkan meningkatnya minat perusahaan asing pada komoditas Indonesia.
Beberapa analis menilai ini sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas investasi hijau.
Namun ada juga kekhawatiran bahwa akuisisi asing perlu diawasi agar tidak merugikan pelaku lokal.
Beberapa pihak menilai pemerintah perlu memastikan regulasi tetap melindungi industri domestik.
Di sisi lain, masuknya investasi besar seperti ini dapat membuka lapangan kerja baru.
Industri biofuel global diprediksi akan tumbuh pesat dalam 10 tahun ke depan.
Sejumlah negara maju mulai mengharuskan penggunaan bahan bakar rendah karbon di sektor transportasi.
Kondisi ini membuat permintaan minyak nabati sebagai bahan baku biofuel ikut meningkat.
Posco berharap akuisisi Sampoerna Agro bisa mempercepat ekspansi mereka di bisnis energi hijau.
Langkah ini diyakini akan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan dalam jangka panjang. (J)
Editor : ALengkong