Perjalanan menuju babak ini sendiri sudah penuh liku. DRX dan Fnatic sebelumnya terjatuh ke lower bracket setelah Fnatic dikalahkan oleh Team Heretics di babak perempat final upper bracket. Namun, kedua tim ini berhasil bangkit di ronde pertama lower bracket. DRX dengan mulus menyapu bersih Trace Esports, sementara Fnatic menunjukkan dominasinya atas G2 Esports, mengamankan tempat mereka di perempat final lower bracket.
Di sisi lain, Sentinels harus menelan pil pahit dengan kekalahan tipis 2-1 dari EDWard Gaming yang mengirim mereka ke lower bracket. Team Heretics pun bernasib sama setelah disapu bersih 2-0 oleh Leviatán. Namun, kedua tim ini membuktikan bahwa mereka masih punya banyak amunisi untuk berjuang di turnamen bergengsi ini.
Sentinels vs Fnatic: Pertarungan Epik Tiga Babak
Pertandingan antara Sentinels dan Fnatic menjadi sorotan utama hari itu. Dimulai di map Sunset, Fnatic tampil dominan di babak pertama dengan strategi pertahanan yang solid, memimpin 8-4 saat jeda. Namun, Sentinels menunjukkan mental juara dengan comeback yang spektakuler. Mereka memenangkan 9 dari 12 ronde di babak kedua, mengamankan map pertama dengan skor 13-11.
Pertarungan berlanjut ke Bind, di mana kedua tim saling jual beli poin. Sentinels unggul tipis 7-5 di paruh waktu saat bertahan. Tapi Fnatic menolak untuk menyerah. Dengan determinasi tinggi, mereka melakukan serangan balik yang mengesankan, memenangkan 8 dari 10 ronde terakhir untuk menyamakan kedudukan dengan skor 13-9.
Map penentuan, Lotus, menjadi panggung bagi Sentinels untuk membuktikan kehebatan mereka. Mereka memulai dengan keunggulan 8-4 di babak pertama saat bertahan. Momentum ini terus mereka bawa ke babak kedua, di mana mereka hanya memberi Fnatic dua ronde kemenangan. Dengan skor akhir 13-6, Sentinels mengamankan tiket ke semifinal lower bracket.
Team Heretics vs DRX: Pertarungan Sengit Hingga Detik Terakhir
Sementara itu, pertandingan antara Team Heretics dan DRX tidak kalah menegangkan. Dimulai di Abyss, DRX tampil memukau dengan kemenangan telak 13-5. Mereka bahkan berhasil menyapu bersih Heretics di babak kedua, menunjukkan dominasi yang menakutkan.
Namun, Team Heretics menolak untuk menyerah begitu saja. Di map Sunset, mereka bangkit dengan permainan yang lebih terstruktur. Setelah unggul tipis 7-6 di babak pertama, Heretics mengeluarkan performa terbaik mereka di babak kedua. Mereka memenangkan semua ronde saat bertahan, mengamankan map kedua dengan skor 13-6 dan memaksa pertandingan berlanjut ke map ketiga.
Icebox menjadi arena pertarungan final yang mendebarkan. DRX kembali unggul di babak pertama dengan skor 7-5. Namun, Team Heretics sekali lagi menunjukkan ketangguhan mental mereka. Dengan strategi pertahanan yang brilian, mereka memenangkan 8 dari 11 ronde di babak kedua, mengakhiri pertandingan dengan skor 13-10 dan mengamankan kemenangan seri.
Kemenangan ini mengantarkan Sentinels dan Team Heretics ke semifinal lower bracket, di mana mereka akan saling berhadapan pada Jumat, 23 Agustus. Pertandingan ini dipastikan akan menjadi pertarungan sengit antara dua tim yang telah membuktikan ketangguhan mental dan kemampuan comeback mereka.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi akhir perjalanan yang mengecewakan bagi Fnatic dan DRX di VALORANT Champions 2024. Kedua tim harus puas finish di posisi 5-6, masing-masing membawa pulang hadiah sebesar US$85,000. Meski demikian, performa mereka sepanjang turnamen tetap layak diapresiasi.
Babak semifinal lower bracket antara Sentinels dan Team Heretics diprediksi akan menjadi pertandingan yang sangat menarik. Kedua tim telah menunjukkan kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit dan memiliki strategi yang unik. Faktor mental dan stamina akan menjadi kunci, mengingat kedua tim telah melalui pertandingan-pertandingan berat di lower bracket.
Sementara itu, di sisi upper bracket, pertarungan antara tim-tim unggulan lainnya terus berlanjut. Penggemar VALORANT di seluruh dunia menantikan dengan antusias untuk melihat siapa yang akan muncul sebagai juara di turnamen prestisius ini.
VALORANT Champions 2024 terus membuktikan diri sebagai panggung utama bagi bakat-bakat terbaik di dunia esports FPS. Dengan pertandingan-pertandingan yang penuh kejutan dan comeback menakjubkan, turnamen ini menegaskan bahwa dalam VALORANT, tidak ada yang bisa diprediksi dengan pasti hingga ronde terakhir selesai.
(jsalainti)