Jagosatu.com -
Turnamen PUBG MOBILE World Cup 2025 resmi dimulai dan langsung menjadi perbincangan dunia esports karena total hadiahnya yang fantastis.
Diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, kompetisi ini menghadirkan 24 tim dari berbagai negara untuk memperebutkan total hadiah lebih dari $3 juta atau sekitar Rp 255 miliar.
Babak grup akan digelar dari 25 hingga 27 Juli 2025, sementara babak Grand Finals akan berlangsung awal Agustus mendatang.
Tim-tim besar seperti Nova Esports, TSM, FaZe Clan, hingga Yoodo Alliance kembali tampil dengan kekuatan penuh.
Di tengah gemerlap persaingan global itu, game lokal Indonesia bernama Wardeka ikut mencuri perhatian netizen tanah air.
Wardeka adalah game TPS (Third Person Shooter) edukatif buatan developer muda Indonesia, yang akhir-akhir ini viral di media sosial.
Meski bukan peserta turnamen, banyak yang membandingkan gameplay Wardeka dengan genre battle royale seperti PUBG MOBILE.
Game ini dirancang untuk dimainkan di perangkat mobile dan fokus pada edukasi serta strategi tempur berbasis level.
Beberapa kreator konten gaming menyebut Wardeka sebagai “angin segar” bagi ekosistem game lokal Indonesia.
Dari sisi komunitas, Wardeka mulai tumbuh dan bahkan masuk radar beberapa YouTuber gaming di Asia Tenggara.
Keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan game buatan lokal seperti Wardeka menjadi bukti bahwa kualitas bisa bersaing secara global.
Sementara itu, PMWC 2025 tetap menyajikan aksi panas dari para pro player yang bertarung di map ikonik seperti Erangel dan Miramar.
Permainan cepat, strategi rotasi, dan eksekusi granat jadi faktor penting dalam babak grup kali ini.
Banyak tim mulai bermain aman dengan meta "slow push", meski ada juga tim yang all-in dengan early rush.
Analisis caster menyebut bahwa konsistensi dan komunikasi tim masih jadi penentu utama kemenangan.
Turnamen ini ditayangkan secara global lewat YouTube, TikTok Live, dan Twitch dengan jutaan penonton setiap sesi.
PUBG MOBILE World Cup juga jadi ajang pembuktian bagi pemain muda agar bisa direkrut organisasi besar.
Industri esports terus berkembang, dan keterlibatan penonton dari Asia Tenggara meningkat tajam tahun ini.
Wardeka sendiri jadi bukti bahwa game buatan lokal tak kalah seru jika dikembangkan dengan passion dan arah yang jelas.
Dengan eksistensi Wardeka di media sosial, harapannya lebih banyak anak muda Indonesia terinspirasi masuk dunia game development.
Walau PMWC jadi panggung global, suara netizen Indonesia tetap bangga dengan game karya anak bangsa seperti Wardeka. (anl)
Editor : ALengkong