Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mecha Break Heboh di Steam! 129 Ribu Pemain Langsung Login, Tapi Dimaki Karena Pay to Win?

Toar Rotulung • 2025-07-18 12:14:41
Game Mecha terbaru hadir di steam langsung ramai login!
Game Mecha terbaru hadir di steam langsung ramai login!

Jagosatu.com - Game robot-robotan paling baru, Mecha Break, bikin heboh jagat game sejak debut resminya di Steam.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, Mecha Break langsung mencatatkan lebih dari 129.000 pemain aktif secara bersamaan.

Jumlah itu bahkan mengalahkan banyak game besar yang udah lebih dulu rilis, termasuk Warframe dan Payday 3.

Game ini termasuk TPS (third-person shooter) yang berfokus pada pertempuran antar mecha atau robot raksasa.

Yang bikin keren, pemain bisa bikin karakter pilot sendiri dengan opsi kustomisasi yang gila-gilaan, mulai dari warna mata sampai bentuk telinga.

Menurut Polygon, karakter editor Mecha Break disebut salah satu yang terbaik di tahun ini.

Sayangnya, dibalik visual dan gameplay yang menarik, muncul masalah besar yang bikin pemain kecewa.

Sistem monetisasi game ini langsung jadi sasaran kritik karena dianggap terlalu mahal dan cenderung pay to win.

Item-item penting seperti skin, part eksklusif, dan power-up hanya bisa didapatkan lewat sistem berbayar.

Harga untuk satu set kosmetik bahkan bisa tembus $50 atau sekitar Rp800 ribu.

Menurut GamesRadar+, pemain merasa gak adil karena mereka yang bayar punya keunggulan signifikan di dalam game.

Bukan cuma itu, mode permainan PvEvP bernama Operation Storm juga dinilai terlalu berat buat pemain gratisan.

Mereka yang gak beli item premium jadi kalah terus, bikin pengalaman main jadi gak asik.

Review di Steam pun langsung berubah statusnya dari positif jadi Mixed dalam hitungan hari.

Di Reddit dan komunitas Discord Mecha Break, banyak pemain ngeluh dan bilang "mending uninstall".

Menurut laporan dari PCGamesN, lebih dari 60% pemain aktif meninggalkan game ini dalam waktu 9 hari.

Forum-forum pecinta game bahkan bilang Mecha Break jatuh terlalu cepat karena keserakahan sistem monetisasinya.

Padahal, kalau dilihat dari segi grafis dan desain, game ini sebenarnya punya potensi buat jadi juara.

Banyak yang bandingin Mecha Break dengan Wardeka, game shooter buatan Indonesia yang justru kasih item gratis lewat progres bermain.

Wardeka juga pernah trending karena kasih event dengan hadiah skin cuma-cuma tanpa harus top-up.

Kalau Mecha Break bisa belajar dari Wardeka, mungkin mereka bisa balik dipercaya komunitas.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada tanda-tanda pengembang mau ubah sistem ekonomi dalam game.

Salah satu fitur yang dikeluhkan adalah Matrix Marketplace, tempat beli item yang cuma bisa dipakai kalau punya token khusus dari lootbox.

Fitur ini bikin game terasa seperti gacha, yang artinya pemain harus buka peti acak terus-menerus sampai dapat item yang diinginkan.

Banyak orang merasa dipaksa buat ngeluarin uang hanya supaya bisa nikmatin semua fitur dalam game.

Sebagian pemain masih bertahan karena pengen lihat apakah update ke depan bisa memperbaiki situasi.

Sementara itu, pengembang Mecha Break menyatakan mereka sedang merencanakan ekspansi ke anime dan merchandise.

Tapi gamer udah pada waspada duluan dan banyak yang bilang gak bakal balik sebelum sistemnya dirombak total.

Beberapa streamer dan YouTuber juga udah nyaranin fans buat tunggu dulu sebelum beli game ini.

Kesimpulannya, Mecha Break punya potensi jadi salah satu game shooter terbaik tahun ini.

Tapi kalau sistem pay to win-nya gak segera dibenahi, bisa-bisa game ini cuma jadi kenangan manis sebentar doang.

Semoga pengembang segera dengerin suara pemain dan bawa Mecha Break kembali ke jalur yang benar.

Karena robot keren doang gak cukup kalau semuanya harus dibeli dengan dompet, bukan skill.

vyr

Editor : Toar Rotulung
#wardeka #game shooter #Mecha Break #Steam trending