Jagosatu.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia game mobile: Call of Duty Warzone Mobile secara resmi akan menghentikan dukungan layanan aktifnya mulai 18 Mei 2025. Meski sempat mengukir pencapaian besar, langkah ini jadi pukulan berat bagi para penggemar game tembak-menembak di ponsel.
Prestasi Cemerlang, Tapi Tak Cukup?
Ketika pertama kali meluncur, Warzone Mobile tampil memukau. Hanya dalam waktu empat hari, game ini berhasil meraup pendapatan sekitar 1,4 juta USD. Bahkan, per bulannya game ini masih bisa mendulang hingga 500 ribu USD. Namun rupanya angka itu tak cukup memuaskan pihak Activision.
Dalam pernyataan di akun resmi Twitter/X Warzone Mobile, Activision mengaku bahwa meskipun bangga telah membawa Warzone ke ranah mobile secara otentik, performa game di platform ini jauh dari ekspektasi, terutama bila dibandingkan dengan versi PC dan konsol.
Apa yang Akan Dihentikan?
Mulai 18 Mei 2025, berikut adalah perubahan penting:
-
Warzone Mobile tak lagi tersedia di Google Play dan Apple App Store
-
Pembelian menggunakan uang asli seperti Call of Duty Points (CP) dan Black Cell akan dihentikan
-
Fitur sosial antar platform mobile akan dinonaktifkan
-
Tidak ada lagi update gameplay, konten musiman, atau bug fix
Namun, ini bukan berarti game akan ditutup total.
Apa yang Masih Bisa Dilakukan?
Meski layanan dihentikan, pemain yang telah mengunduh game sebelum 18 Mei 2025 masih bisa terus memainkannya. Hal-hal berikut tetap aktif:
-
Matchmaking dan server online masih berfungsi
-
Sistem cross-progression tetap berlaku untuk akun pemain
-
Inventory & item yang dimiliki tetap terhubung
-
CP yang belum digunakan masih bisa dipakai di platform lain
Kenapa Ini Terjadi?
Langkah ini diduga merupakan bagian dari evaluasi bisnis dan fokus strategi Activision. Meski memiliki pasar yang luas, pengguna mobile ternyata tidak memberikan performa gameplay dan keterlibatan seperti yang diharapkan perusahaan, terutama jika dibandingkan dengan pengguna konsol dan PC yang lebih stabil dan loyal.
Editor : ALengkong