Jagosatu.com - RRQ Kazu berhasil menutup perjalanan mereka di FFWS Global Finals 2025 dengan finish di peringkat empat setelah bertarung sengit di Indonesia Arena.
Tim RRQ Kazu tampil percaya diri sejak awal berkat modal kuat dari enam Booyah yang mereka raih di babak Knockout Stage menurut Antara News yang mencatat total 379 poin untuk RRQ Kazu.
EVOS Divine yang juga menjadi wakil Indonesia tampil cukup stabil meski hanya mampu menempatkan diri di posisi sembilan pada babak Grand Final dilansir dari Suara yang mencatat total 63 poin untuk EVOS.
Pertarungan Grand Final berlangsung selama dua hari penuh aksi dengan mode Battle Royale sebagai penentu utama gelar juara dunia.
RRQ Kazu sempat membuka harapan ketika permainan rotasi mereka terlihat solid dan konsisten pada beberapa ronde awal Grand Final.
EVOS Divine yang sempat kesulitan di pekan pertama babak Knockout Stage berhasil bangkit dan menunjukkan performa lebih baik di pekan kedua menurut Antara News yang mencatat peningkatan signifikan poin EVOS.
Meskipun keduanya tampil penuh semangat bermain di kandang sendiri tekanan dari tim luar negeri tetap terasa sangat kuat terutama dari Thailand.
Baca Juga: BANGGA BANGET! Tim Builder Indonesia Kalahkan Brasil & Jerman di Ajang MrBeast Minecraft
Thailand melalui Buriram United Esports tampil seperti mesin dengan aim presisi dan strategi rapih yang membuat mereka mendominasi sejak ronde pertama Grand Final.
Buriram United Esports akhirnya keluar sebagai juara dunia FFWS Global Finals 2025 dengan total 103 poin menurut Antara News yang merilis data resmi Grand Final.
Keberhasilan Buriram makin lengkap ketika pemain mereka Mariwat Wassana Panyawai dinobatkan sebagai FMVP berkat 22 eliminasi dan 13 assist dilansir dari Indotelko yang mencatat performa puncak sang pemain.
Indonesia Arena yang menjadi tuan rumah menghadirkan atmosfer luar biasa karena dipenuhi sorakan pendukung yang berharap gelar juara jatuh untuk tanah sendiri.
RRQ Kazu tetap mendapat tepuk tangan panjang penonton setelah menyelesaikan turnamen dengan performa bangga sebagai tim peringkat empat dunia.
EVOS Divine meski berada di posisi sembilan tetap dianggap mampu menunjukkan fighting spirit berkat kebangkitan mereka dari awal kompetisi yang berat.
Pelatih RRQ Kazu Adi Adyy Gustiawan menyebut hasil ini jadi bahan evaluasi besar agar tim bisa meraih gelar dunia di masa depan menurut Antara News yang mewawancarainya.
EVOS Divine lewat Rayanda Eka juga menilai hasil Grand Final ini sebagai pembelajaran penting sebelum mereka memasuki musim kompetisi berikutnya.
Walau Indonesia belum menjadi juara tahun ini kedua tim tetap membuktikan bahwa mereka masih salah satu kekuatan besar di skena kompetitif Free Fire dunia.
Turnamen FFWS Global Finals 2025 juga menegaskan bahwa persaingan Asia Tenggara semakin ketat dengan Thailand tampil sebagai raksasa baru yang sulit dikalahkan.
Banyak analis esports menilai bahwa meta dan strategi Thailand sedang berada di puncak performa dan mampu memanfaatkan setiap momen kecil untuk keuntungan maksimal.
Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bangkit terutama dengan dukungan penonton tuan rumah dan kualitas pemain yang terus berkembang setiap musim.
Para fans berharap di turnamen berikutnya RRQ Kazu dan EVOS Divine bisa kembali naik kelas dan membawa pulang gelar paling prestisius di Free Fire.
Meski gelar juara jatuh ke Thailand semangat pendukung Indonesia tetap mengalir deras membuktikan bahwa esports di Indonesia semakin besar dan penuh masa depan yang cerah. (KT)
Editor : ALengkong