Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bukan Bermodal Privilege, Pemuda Ini Kaya Raya Berkat Keahlian Berinvestasi

Aryanti Sasamu • Sabtu, 22 Juli 2023 | 19:09 WIB
Ilustrasi miliarder yang mampu mengelola keuangannya dengan baik
Ilustrasi miliarder yang mampu mengelola keuangannya dengan baik

JAGOSATU.COM - Menjadi sosok kaya di usia muda bukanlah hal yang tidak mungkin. Pengusaha muda Ridho Wardana, yang berusia 22 tahun dan berasal dari Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, membuktikan bahwa kesuksesan dalam investasi bisa diraih tanpa bergantung pada keistimewaan.

Pada tahun 2018, saat usianya 17 tahun, Ridho mengikuti sebuah seminar investasi yang diadakan oleh salah satu universitas di Jogjakarta. Seminar tersebut memicunya untuk memulai berinvestasi saham dengan modal pertama yang berasal dari hasil menabung sejak masa sekolah.

"Modal pertama yang saya keluarkan itu dari uang tabungan SMA," ujar Ridho.

Pada tahun 2021, Ridho mulai mengexplore dunia cryptocurrency dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih besar dari investasi jangka pendek. Selain itu, ia juga berkomitmen untuk berinvestasi dalam saham Blue Chip dari perusahaan-perusahaan ternama.

Baca Juga: Kapolda Golose Ditekan Aktivis Mardika untuk Segera Tangani Kasus Kekerasan di LABHI.

Keuntungan yang diperoleh dari investasi saham dan cryptocurrency tersebut digunakan oleh Ridho untuk membeli aset lain seperti tanah, Surat Berharga Negara (SBN), dan deposito di berbagai bank.

"Untuk menghindari kerugian, saya mengalokasikan keuntungan saham dan kripto di beberapa aset digital dan nyata. Mulai dari deposito, SBN, sampai tanah yang saya beli di Kota Pangkalpinang. Seperti kata pepatah, Jangan Menaruh Telur dalam Keranjang yang Sama. Maka itulah yang saya lakukan, perbanyak portofolio aset," ungkap Ridho.

Meskipun sukses dalam investasi, Ridho juga mengalami kerugian yang cukup besar ketika pasar saham dan cryptocurrency mengalami crash. Pengalaman tersebut menjadi pengingat baginya untuk tidak terlalu serakah dalam mengejar keuntungan dan mengendalikan diri dari FOMO (Fearing of Missing Out).

"Saya pernah mengalami kerugian yang jumlahnya cukup besar hanya dalam beberapa waktu saja. Itu terjadi karena sejumlah aset saham dan crypto yang saya miliki memang sedang crash. Sisanya karena saya FOMO," ucap Ridho.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Insomnia dan Solusi untuk Mengatasinya, Termasuk Kamar Gelap yang Sejuk

Meski sudah meraih miliaran rupiah, Ridho menyadari bahwa perjalanan menuju kesuksesan masih panjang. Ia terus belajar dan menganalisis peluang di pasar saham sambil memberikan edukasi untuk masyarakat Indonesia.(jpg)

 
 
 
 
 
Editor : Aryanti Sasamu
#Saham #investas #Kripto