Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Menelaah Penggunaan Spons Jaring dan Loofah saat Mandi, Apakah Layak Digunakan?

Aryanti Sasamu • Rabu, 9 Agustus 2023 - 14:07 WIB
ilustrasi mandi. (Dok. JawaPos)
ilustrasi mandi. (Dok. JawaPos)

JAGOSATU.COM - Apakah Anda termasuk yang gemar menggunakan spons jaring atau loofah saat mandi? Mari kita selami lebih dalam mengenai efek penggunaan alat tersebut yang, katanya, bisa menimbulkan masalah pada kulit.

Bagi mereka yang kerap memanfaatkan spons jaring sebagai alat mandi, tentunya tak ada yang terlalu salah. Banyak yang memilih spons jaring untuk membantu membersihkan tubuh, karena kemampuannya mengangkat sel kulit mati dan kotoran dengan lebih mudah.

Loofah, serupa dengan spons jaring, juga populer digunakan. Namun, perlu diketahui bahwa loofah terbuat dari bahan alami, yakni tanaman oyong yang telah dikeringkan.

Namun, kedua alat tersebut memiliki perbedaan dalam penggunaannya; spons jaring cenderung menghasilkan lebih banyak busa dari sabun, sementara loofah lebih digunakan untuk eksfoliasi kulit dan digosokkan saat mandi.

Namun demikian, penggunaan spons jaring maupun loofah sebenarnya tak terlalu baik bagi kesehatan kulit.

Kedua alat ini memiliki efek yang kurang menguntungkan dan bahkan tidak disarankan karena dapat menimbulkan masalah pada kulit.

Menurut dokter kecantikan Anita Ang, yang baru-baru ini membagikan informasi melalui TikTok, penggunaan spons tidak baik untuk kulit karena spons dapat menjadi tempat penumpukan bakteri dan jamur.

Baca Juga: Ekspresi Global Kulit Garut dengan Kehadiran Poppy Dharsono di Moscow Creative Week 2023

Biasanya spons digantung di kamar mandi dalam keadaan lembap, dan ini bisa menyebabkan penumpukan bakteri dan jamur pada spons, kata Anita seperti yang dikutip oleh JawaPos.com, pada Rabu (9/8).

Anita menjelaskan bahwa jika spons tersebut digunakan, maka bakteri dan jamur yang ada pada spons dapat pindah ke tubuh, yang akhirnya bisa menimbulkan masalah kulit.

Selain itu, penggunaan spons juga bisa merusak lapisan perlindungan kulit jika digosok terlalu keras.

Bagaimana cara mencegah pertumbuhan bakteri pada spons jaring atau loofah? Ada tiga langkah yang bisa diambil, sebagaimana yang telah diambil dari berbagai sumber oleh JawaPos.com.

Menggantung Spons Usai mandi, sebaiknya gantungkan spons atau loofah pada tempat yang terkena sinar matahari dan sirkulasi udara.

Ini bertujuan agar spons tetap kering, sehingga risiko penyebaran jamur dan bakteri menjadi lebih kecil.

Hindari Penggunaan di Area Intim Cara lain yang bisa diikuti adalah hindari penggunaan spons pada area intim, terutama setelah melakukan pencukuran di area tertentu.

Hal ini karena kulit akan lebih sensitif dan rentan terinfeksi oleh bakteri.

Rutin Ganti Spons Jika warna spons atau loofah sudah berubah atau tercium bau tidak sedap, sangat penting untuk rutin menggantinya.

Baca Juga: Tragedi Fatal di Jalur Tengkorak Bali, Remaja Tewas Tertabrak Pick Up Saat Menyeberang.

Spons plastik sebaiknya diganti minimal dua minggu sekali, sementara spons atau loofah dari bahan alami direkomendasikan untuk diganti setiap tiga hingga empat minggu sekali.(jpg)

Editor : Aryanti Sasamu
#dokter kecantikan #spons #kulit #bakteri