Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sering Kram Kaki Saat Tidur? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

ALengkong • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:27 WIB
Ilustrasi kaki kram (doc: Gettyimage)
Ilustrasi kaki kram (doc: Gettyimage)

JagoSatu.com - Pernah terbangun di tengah malam karena betis tiba-tiba terasa kaku, nyeri, dan seperti ditarik sangat kuat? Rasa sakitnya bisa begitu hebat hingga membuat seseorang sulit menggerakkan kaki selama beberapa saat. Kondisi ini dikenal sebagai kram kaki malam hari atau nocturnal leg cramps. Meski umumnya tidak berbahaya, kram yang terjadi saat tidur dapat mengganggu kualitas istirahat dan membuat penderitanya khawatir.

Melansir Banner Health, kram malam hari biasanya menyerang otot betis, tetapi juga bisa terjadi pada paha atau telapak kaki. Kejang otot muncul secara tiba-tiba, berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit, lalu menyisakan rasa pegal atau nyeri setelahnya. Menurut American Family Physician, sekitar 60 persen orang dewasa pernah mengalami kram kaki pada malam hari, dengan kondisi ini juga lebih sering dialami perempuan dan kelompok lanjut usia.

Dokter spesialis penyakit dalam, Mounika Addula, menjelaskan bahwa kram kaki malam hari merupakan kontraksi otot yang terjadi tanpa disadari saat tidur. "Penyebabnya sering kali berkaitan dengan kelelahan otot, dehidrasi, penggunaan obat-obatan tertentu, atau kondisi medis tertentu. Namun, pada banyak kasus penyebab pastinya tidak diketahui," ujarnya. Para ahli menyebut sebagian besar kasus bersifat idiopatik, yakni muncul tanpa penyebab yang jelas, meski sejumlah faktor diduga dapat meningkatkan risikonya.

Faktor pertama adalah posisi kaki saat tidur. Saat tidur, banyak orang membiarkan telapak kaki mengarah ke bawah (plantar flexion), posisi yang membuat otot betis memendek sehingga lebih mudah mengalami kram. Faktor kedua adalah kurang bergerak, di mana terlalu lama duduk atau jarang beraktivitas membuat otot kurang teregang sehingga lebih rentan mengalami kejang.

Faktor lainnya adalah otot yang terlalu lelah akibat olahraga berlebihan atau aktivitas fisik yang terlalu berat, serta kebiasaan berdiri terlalu lama yang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kram kaki saat tidur. Selain itu, pertambahan usia turut berperan karena tendon yang menghubungkan otot dan tulang akan memendek secara alami seiring waktu, sehingga membuat kram lebih mudah terjadi.

Meski jarang menjadi tanda penyakit serius, kram kaki malam hari juga dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi medis. Menukil Healthline, di antaranya kehamilan, kaki datar (flat feet), penyempitan tulang belakang (spinal stenosis), diabetes, penyakit Parkinson, neuropati perifer, osteoartritis, gangguan hati, ginjal, atau tiroid, penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, hingga penggunaan obat tertentu seperti statin dan diuretik. Jika kram muncul sangat sering, berlangsung lama, atau disertai kelemahan otot maupun pembengkakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Sebagian besar kram akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 10 menit. Untuk membantu meredakan nyeri saat kram terjadi, sejumlah langkah dapat dicoba, seperti memijat perlahan otot yang kram, meluruskan kaki lalu menarik ujung telapak kaki ke arah tubuh untuk meregangkan otot betis, berjalan perlahan dengan bertumpu pada tumit, mengompres hangat atau mandi air hangat, hingga minum obat pereda nyeri sesuai petunjuk penggunaan jika otot masih terasa pegal setelah kram. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minum sedikit air acar (pickle juice) dapat membantu meredakan kram otot, meski bukti ilmiahnya masih terbatas.

Sejumlah kebiasaan sederhana juga dapat membantu mengurangi risiko kram kaki pada malam hari, di antaranya mencukupi kebutuhan cairan agar fungsi otot tetap optimal, melakukan peregangan otot betis dan paha belakang sebelum tidur, mengayuh sepeda statis dengan intensitas ringan sebelum tidur, mengubah posisi tidur misalnya tidur telentang dengan bantal di bawah lutut, menghindari selimut yang terlalu berat atau ketat, serta menggunakan alas kaki yang menopang kaki dengan baik terutama bagi pemilik kaki datar. Meski umumnya tidak berbahaya, kram kaki yang terus berulang hingga mengganggu tidur sebaiknya tidak diabaikan, dan pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi medis tertentu yang menjadi penyebabnya.

Editor : ALengkong
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260714122239-255-1380492/sering-kram-kaki-saat-tidur-ini-penyebab-dan-cara-mencegahnya
#kaki kram #pola hidup