Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Memahami Baby Blues, Perubahan Emosi Pasca Melahirkan yang Sering Dialami oleh Ibu

Aryanti Sasamu • 2023-08-14 14:26:06
Baby blues, perubahan emosi menjadi sedih pasca melahirkan yang sering terjadi kepada sang ibu. (Parenting)
Baby blues, perubahan emosi menjadi sedih pasca melahirkan yang sering terjadi kepada sang ibu. (Parenting)

JAGOSATU.COM - Perubahan suasana hati setelah melahirkan seringkali terjadi pada setiap ibu. Fenomena ini dikenal dengan sebutan baby blues, yaitu periode di mana suasana hati cenderung menjadi sedih dalam seminggu pertama setelah bayi lahir.

Dikutip dari Pregnancy Birth & Baby, baby blues adalah pengalaman yang umum terjadi, dimana sekitar empat dari setiap lima ibu baru mengalaminya dalam seminggu pertama atau lebih setelah melahirkan. Biasanya, gejala baby blues muncul dalam dua hingga tiga hari setelah kelahiran.

Baca Juga: Pengacara Kamaruddin Siap Menginap di Bareskrim Jika Kliennya Ditahan

Menurut American Pregnancy, walaupun baby blues termasuk bentuk depresi pasca melahirkan yang paling ringan, perubahan-perubahan dalam tubuh tetap tidak boleh diabaikan. Banyak perempuan yang merasa bingung mengapa mereka merasa sedih setelah melahirkan, dan hal ini seringkali tidak dibicarakan.

Tanda-tanda ibu yang mengalami baby blues meliputi menangis atau merasa sedih tanpa sebab yang jelas, rasa gelisah, cemas, kelelahan, amarah, dan kesulitan berkonsentrasi. Bahkan bisa juga mengalami insomnia meskipun bayi sedang tidur dengan nyenyak.

Biasanya, gejala-gejala ini berlangsung selama dua minggu. Namun, suasana hati yang sedih ini biasanya akan mereda dengan sendirinya, dan umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Menurut March Of Dimes, baby blues kemungkinan disebabkan oleh perubahan hormon dari masa kehamilan menjadi masa persalinan, yang dapat menyebabkan depresi. Selain itu, berbagai penyesuaian yang terjadi setelah kelahiran bayi, termasuk masalah emosional, juga bisa menjadi penyebab baby blues.

Seorang ibu mungkin merasa cemas mengenai cara merawat bayi yang baru lahir atau kekhawatiran tentang perubahan dalam kehidupan setelah melahirkan. Pemikiran-pemikiran seperti ini dapat memicu munculnya perasaan sedih atau depresi.

Baca Juga: Pasca Cabut Lisensi, Ini Nasib Fabienne Nicole Pemenang Miss Universe Indonesia

Selama mengalami baby blues, penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Berikut beberapa tips yang mungkin bermanfaat:

  1. Berbicara tentang perasaan yang dirasakan dan meminta dukungan dari orang terdekat.
  2. Tetap menjaga pola makan yang sehat dan bernutrisi.
  3. Menggunakan teknik manajemen stres, seperti relaksasi otot dan pernapasan dalam.
  4. Menyisihkan waktu untuk beristirahat atau menikmati udara segar.
  5. Memanfaatkan waktu tidur saat bayi sedang tidur nyenyak.

Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter apabila perasaan sedih berlangsung lebih dari dua minggu.

Terutama jika gejala semakin memburuk dan mengganggu kemampuan merawat bayi serta menjalani aktivitas sehari-hari.

Kemungkinan gejala ini lebih dari sekadar baby blues dan mungkin merupakan gejala depresi pasca melahirkan, yang sering disebut sebagai postpartum depression.(jpg)

Editor : Aryanti Sasamu
#bayi #baby blues #melahirkan #ibu #persalinan