JAGOSATU.COM---Jalan Nasional Kawasan Pantai Malalayang yang merupakan akses jalan masuk ke Pusat Kota Manado dari arah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) serta jalan akses dari arah dalam kota Manado menuju Ring Road III yang nantinya akan menjadi jalan penghubung langsung ke arah Minahasa dan Ring Road II diusulkan diperlebar oleh pengguna jalan.
Hal ini diungkapkan oleh Els Rumimper, wanita yang berprofesi sebagai guru SD ini mengharapakan supaya ruas jalan kawasan pantai Malalayang diperlebar karena pada waktu tertentu sering mengalami kemacetan.
“Jalan di kawasan Pantai Malalayang pada waktu-waktu tertentu sangat macet. Apalagi di jam-jam pulang kantor, mudah-mudahan ruas jalan ini akan segera diperlebar,” kata Els Rumimper salah satu warga yang berdomisili di Kelurahan Malalayang II.
Hal yang sama diungkapkan beberapa waktu lalu oleh pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulut Ivandry Matu kepada Manado Post.
Menurutnya dengan adanya penataan kawasan Pantai Malalayang pemerintah juga harus memperhatikan fasilitas transportasi jalan.
“Sebelum dilakukan pembangunan, saya sudah menyarankan untuk dilakukan pelebaran jalan. Karena sebelum kawasan pariwisata Pantai Malalayang ini dibuka, jalan sudah macet. Apalagi kalau kawasan pantai Malalayang sudah dibuka. Pasti akan sangat macet lagi disitu. Apalagi desain penataan kawasan Pantai Malalayang, saya liat minim tempat parkir,” tambah Matu.
Hal Senada juga diungkapkan oleh Opo Nahamate warga yang berprofesi sebagai nelayan penangkapan Ikan di Kawasan Pantai Malalayang. Menurutnya jika ada kendaraan berhenti di ruas jalan tersebut maka antrian kemacetan sudah akan mulai terlihat, dan jika objek wisata pantai Malalayang sudah dibuka pasti akan lebih macet. Ia pun berharap agar jalan tersebut segera dipelebar.
“Dijalan ini, kalau ada satu saja kendaraan berhenti atau parkir, somo dapa liat depe antrian kendaraan. Belum lagi kalau somo buka ini tanpa wisata Pante Malalayang pasti lebih macet, karna ini kawasan lagi terlihat kurang tempat pakirnya,” ujar Opo dengan dialeg Manado kental.
Menanggapi hal ini, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut Hendro Satrio menyebutkan bahwa pihak BPJN siap melakukan pengusulan untuk pelebaran jalan apabila pemerintah daerah dapat menyiapkan pembebasan tanah pada areal jalan yang akan diperlebar.
“Kalau lahan siap ya kita bisa mengajukan. Kalau tidak siap, maka kita sulit juga untuk melakukan pengajuan,” kata Satrio.
Kepala Satker PJN 1 Sulut Julianti Manu juga tak memungkiri sering terjadinya kemacetan pada ruas jalan tersebut. “Memang disitu sempit sih, agak macet,” beber Manu.
Senada dengan kepala BPJN pula, Manu menyebutkan bahwa pelebaran jalan di Kawasan Pantai Malalayang juga terkendala pembebasan tanah.
“Kemarin diminta juga untuk dilakukan pelebaran jalan disitu. Namun kita terkendala dilahan. Kalau ada lahan siap, kita bisa mengusulkan ke pusat,” pungkas Manu. (des)
Editor : Administrator