JAGOSATU.com - Kongres Amerika Serikat (AS) memberikan respons atas insiden kecelakaan kereta di Ohio pada 3 Februari 2023 dengan suara alarm bipartisan.
Namun, meskipun ada respons dari legislatif, perubahan yang signifikan tidak terlalu tampak setelah berlalunya enam bulan sejak kejadian tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sebuah artikel dari Associated Press pada Kamis (3/8).
Baca Juga: Rancangan Aturan Teknologi Pengenalan Wajah Dirilis oleh China
Artikel tersebut menyebutkan bahwa "Meskipun Presiden Joe Biden dan mantan presiden Donald Trump memuji rancangan undang-undang (RUU) keselamatan perkeretaapian dari Senator Ohio, proposal senat itu juga menghadapi resistensi."
Tantangan utama datang dari para pemimpin Partai Republik di Kongres yang cenderung enggan memberikan dukungan penuh, serta adanya penolakan dari pihak industri perkeretaapian yang memiliki pengaruh kuat di Washington.
Oleh karena itu, masih belum pasti apakah insiden kecelakaan kereta di East Palestine, yang merugikan banyak orang, akan menjadi pendorong untuk perubahan yang lebih substansial, seperti yang dijelaskan dalam laporan tersebut.
Baca Juga: China Salurkan 732 Juta Yuan untuk Mendukung Pemulihan Pertanian Pasca Bencana
Warga yang terdampak insiden masih merasa cemas mengenai potensi dampak kesehatan jangka panjang, dan banyak di antara mereka yang mengharapkan tindakan segera dari Kongres.
"Jika para legislator kami tidak menggunakan kejadian di East Palestine sebagai pelajaran untuk mengadvokasi berbagai reformasi yang diperlukan dalam peraturan perkeretaapian, mereka mungkin mengabaikan tanggung jawab mereka," ujar salah satu warga, seperti yang dikutip dalam laporan tersebut. (Antara)
Editor : Alfianne Lumantow