JAGOSATU.COM - Isra Mi'raj, pengalaman spiritual luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, adalah suatu peristiwa yang tidak dapat dipahami secara ilmiah, tetapi hanya dapat didekati melalui iman yang kuat.
Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang biasanya memakan waktu sebulan jika menggunakan kuda atau unta, dilalui oleh Nabi Muhammad dalam satu malam.
Hal ini merupakan bukti keajaiban dari peristiwa Isra. Rasulullah juga diberangkatkan ke langit ketujuh, sebuah perjalanan yang tidak dapat diukur dengan hitungan kilometer.
Sebelum memulai perjalanan Isra Mi'raj, dada Nabi Muhammad dibelah oleh Malaikat Jibril untuk disucikan dan diperkuat hatinya.
Ini bukan karena hati Beliau kotor, karena Nabi Muhammad diciptakan sebagai makhluk yang paling suci.
Pembelahan dada ini bertujuan untuk meningkatkan kesucian dan memantapkan hati Beliau untuk menghadapi perjalanan yang penuh makna menuju pertemuan dengan Allah SWT.
Menurut Imam Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasani dalam Kitab Dzikrayaat wa Munaasabaat, Nabi Muhammad berada di Hijr Ismail dekat Ka'bah ketika Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil datang menghampiri Beliau.
Mereka membawa Nabi Muhammad ke sumur Zamzam dan melakukan penyucian dengan air zamzam serta memberikan hikmah dan keimanan.
Kemudian, Malaikat Jibril menyiapkan Buraq untuk perjalanan Rasulullah. Awalnya, Buraq enggan ditunggangi oleh Nabi Muhammad, tetapi setelah teguran dari Malaikat Jibril, Buraq pun tunduk. Malaikat Jibril dan Mikail menemani Rasulullah dalam perjalanan ke Baitul Maqdis, Palestina.
Di perjalanan, Nabi Muhammad singgah di beberapa tempat untuk melakukan salat, termasuk di Madinah, Madyan, dan Thur Sina.
Di Baitul Maqdis, Beliau juga melaksanakan salat sebelum dilanjutkan perjalanan ke langit ketujuh.
Selama perjalanan, Nabi Muhammad bertemu dengan berbagai Nabi di setiap lapisan langit, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Ibrahim.
Beliau juga disaksikan berbagai fenomena gaib seperti surga dan neraka, serta diberikan penjelasan oleh Malaikat Jibril tentang berbagai siksaan bagi pelaku dosa.
Perjalanan ini mencapai puncaknya saat Nabi Muhammad bertemu langsung dengan Allah SWT dan menerima perintah untuk melaksanakan salat.
Awalnya, kewajiban salat adalah 50 kali sehari, namun setelah bermusyawarah dengan Nabi Musa, jumlahnya dikurangi menjadi 5 kali sehari.
Meskipun demikian, setiap salat memiliki nilai yang sangat besar, sehingga melaksanakan 5 kali salat setiap hari memiliki nilai yang setara dengan melaksanakan 50 kali salat.
Peristiwa Isra Mi'raj adalah momen yang menginspirasi dan mengungkapkan kebesaran dan keagungan Allah SWT, serta menegaskan pentingnya salat dalam kehidupan umat manusia. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey