Jagosatu.com-Knalpot racing atau knalpot brong sering jadi pilihan pengendara motor yang ingin performa mesin lebih bertenaga.Selain itu, suara keras dan garang dari knalpot racing dianggap menambah kesan sporty bagi motor.
Namun, penggunaan knalpot jenis ini ternyata tidak selalu membawa keuntungan bagi pemilik kendaraan.
Menurut Yansen Huang, SPV Technical BRT (Bintang Racing Team), ada risiko besar jika pemasangan tidak dibarengi setelan mesin yang tepat.
Ia menegaskan, tanpa penyesuaian, motor bisa kehilangan tenaga karena rasio udara dan bahan bakar tidak seimbang.
Kondisi tersebut terjadi karena air fuel ratio (AFR) tidak bekerja secara optimal.
Yansen menyarankan, saat mengganti knalpot racing, ECU sebaiknya juga diganti dengan versi programmable.
Dengan ECU programmable, suplai bahan bakar dapat disesuaikan agar pembakaran di ruang bakar tetap ideal.
Jika campuran bahan bakar terlalu banyak (rich), busi berisiko cepat rusak dan konsumsi bensin menjadi lebih boros.
Sebaliknya, bila campuran bahan bakar terlalu sedikit (lean), mesin bisa mengalami overheat.
Overheat yang ekstrem dapat memicu pre-ignition, yaitu pembakaran dini sebelum waktunya.
Akibat dari pre-ignition bisa sangat berbahaya karena berpotensi merusak komponen mesin.
Selain masalah teknis, knalpot racing juga menimbulkan persoalan pada kenyamanan berkendara.
Suara bising yang dihasilkan jauh lebih keras dibanding knalpot standar karena tidak ada peredam suara.
Hal ini dapat mengganggu lingkungan sekitar dan dianggap sebagai bentuk polusi suara.
Lebih jauh, sebagian besar knalpot racing menggunakan sistem direct flow tanpa catalytic converter.
Ketiadaan catalytic converter membuat emisi gas buang jadi lebih tinggi dan berkontribusi pada polusi udara.
Karena berbagai risiko tersebut, Yansen menekankan bahwa knalpot racing sebaiknya dipakai khusus di arena balap.
Untuk penggunaan sehari-hari di jalan umum, knalpot standar tetap lebih aman, nyaman, dan sesuai regulasi.
Dengan begitu, pemilik motor bisa terhindar dari kerugian teknis sekaligus tetap menjaga kenyamanan berkendara.(LR)
Editor : ALengkong