BEIJING – Tiongkok menggelontorkan dana ratusan triliun rupiah untuk mempercepat proyek strategis nasional tahap kedua pada 2026. Melalui National Development and Reform Commission (NDRC), pemerintah menyiapkan dana 216,8 miliar yuan atau setara USD 31,8 miliar (sekitar Rp 546,61 triliun). Dana tersebut berasal dari penerbitan obligasi negara dengan tenor sangat panjang (ultra-long special treasury bonds).
Mengutip Xinhua, dana itu akan disalurkan untuk 336 proyek prioritas. Fokusnya, memperkuat kapasitas nasional sekaligus mendukung strategi jangka panjang di berbagai sektor kunci. Mulai dari pengembangan akal imitasi (AI), perbaikan jaringan pipa bawah tanah perkotaan, pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan Sabuk Ekonomi Sungai Yangtze, hingga penguatan pertanian modern, dan pendidikan tinggi.
Baca Juga: Produksi Gula 2026 Diprediksi Surplus 200 Ribu Ton
Pada tahap pertama yang sebelumnya Beijing telah mengucurkan 389,7 miliar yuan. Dengan demikian, total pendanaan proyek strategis kini mencapai 606,5 miliar yuan. Artinya, sekitar 76 persen dari total pagu tahunan sebesar 800 miliar yuan sudah terserap.
"Langkah lanjutan akan difokuskan pada penyempurnaan mekanisme investasi dan pembiayaan. Termasuk mempercepat implementasi kebijakan "infrastruktur lunak" serta memperketat pengawasan penggunaan dana," papar pejabat NDRC.
Dengan strategi agresif ini, Tiongkok kembali menunjukkan upaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. (bil/dio)
Baca Juga: Perusahaan Italia Temukan Cadangan Gas Jumbo di Kaltim
Editor : Pratama Karamoy