Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Hampir Tercapai

Pratama Karamoy • Senin, 25 Mei 2026 | 15:29 WIB
BERUNDING: Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kiri) bersama Kepala Angkatan Darat Pakistan Syed Asim Munir (kanan) di Teheran, Sabtu (23/5). Munir datang ke Teheran untuk memperkuat mediasi antara Iran dan AS karena negosiasi selama berminggu-minggu masih alot. (KEPRESIDENAN IRAN / AFP)
BERUNDING: Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kiri) bersama Kepala Angkatan Darat Pakistan Syed Asim Munir (kanan) di Teheran, Sabtu (23/5). Munir datang ke Teheran untuk memperkuat mediasi antara Iran dan AS karena negosiasi selama berminggu-minggu masih alot. (KEPRESIDENAN IRAN / AFP)

 

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim kesepakatan damai dengan Iran hampir selesai dinegosiasikan dan akan segera diumumkan. Pernyataan itu memunculkan harapan berakhirnya konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran sejak Februari lalu.

Dalam unggahan di media sosialnya pada Sabtu (24/5), Trump menyebut sebagian besar isi nota kesepahaman telah disepakati. Menurut dia, saat ini para pihak masih membahas rincian akhir sebelum pengumuman resmi dilakukan.

"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya," tulis Trump.

Trump juga mengisyaratkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan menjadi salah satu bagian penting dari kesepakatan tersebut. Jalur pelayaran strategis itu selama berbulan-bulan menjadi pusat ketegangan akibat perang dan blokade yang mengganggu perdagangan energi global.

Teheran Tetap Pegang Kendali

Namun, sinyal optimistis dari Washington langsung mendapat respons berbeda dari Teheran. Kantor berita Fars, yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan tetap berada sepenuhnya di bawah kewenangan Iran. Media tersebut bahkan menyebut klaim Trump bahwa kesepakatan hampir final tidak sesuai dengan kenyataan yang berkembang dalam proses negosiasi.

Di tengah perbedaan pandangan itu, upaya mediasi terus berlangsung. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan apresiasi atas langkah diplomatik Trump dan berharap Pakistan dapat menjadi tuan rumah putaran perundingan berikutnya antara AS dan Iran dalam waktu dekat.

Baca Juga: Blackout Tak Ganggu Aktivitas Tol Trans-Sumatera

Negosiasi Program Nuklir

Sharif menyebut komunikasi Trump dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Pakistan berlangsung produktif. Pakistan sendiri menjadi salah satu mediator utama dalam perundingan tersebut, dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan, Syed Asim Munir, berperan aktif menjembatani komunikasi dengan Teheran.

Sejumlah laporan media internasional menyebut draf kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta dimulainya negosiasi baru mengenai program nuklir Iran dalam 30 hingga 60 hari ke depan. (gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global