JAGOSATU.COM - Bagi para pecinta stadion, mungkin sudah tidak asing dengan stadion yang satu ini – ya, inilah Stadion Rungrado, salah satu stadion terbesar yang pernah dibuat oleh umat manusia. Stadion ini mampu menampung hingga 150.000 orang sekaligus, namun yang membuatnya aneh adalah stadion terbesar ini bukan berada di negara maju ataupun di negara penggila bola, melainkan justru berada di negara paling tertutup dan terisolasi di dunia, yaitu Korea Utara. Apalagi kalau bukan Korea Utara. Jadi, dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa Korea Utara bisa memiliki stadion sebesar ini, dan berikut adalah pembahasannya.
Sebelum kita masuk ke inti permasalahan, mari kita sedikit mengulas tentang Stadion Rungradoini. Stadion ini terletak di ibukota Korea Utara, yaitu Pyongyang, dan berada di Pulau Rumra yang terletak di sungai Taidol. Stadion ini dirancang oleh seorang arsitek Korea Utara bernama Kim Il Sung, yang tak lain adalah pendiri negara dan pemimpin Korea Utara pertama. Stadion ini dibangun selama 3 tahun dan melibatkan sekitar 30 ribu pekerja, dan akhirnya dibuka pada tanggal 1 Mei 1989, pada Hari Buruh Internasional.
Pada awal pembangunannya, stadion ini bisa menampung hingga 150.000 orang, dan keadaan ini menempati area yang sangat luas. Bayangkan saja, stadion ini memiliki diameter hingga 400 meter dan tinggi mencapai 60 meter. Ukurannya ini adalah dua kali lipat lebih besar dari stadion utama Gelora Bung Karno di Jakarta. Atap stadion ini memiliki bentuk yang unik dan menarik perhatian. Atap stadion ini terdiri dari 16 lengkungan yang saling menyatu dan terinspirasi dari bentuk bunga nasional Korea Utara, yaitu bunga Magnolia.
Lalu, apa alasan sebenarnya Korea Utara membangun stadion sebesar ini? Untuk mengetahui jawabannya, kita harus kembali ke tahun 1980-an. Korea Utara terletak di semenanjung Korea dan bertetangga dengan Korea Selatan. Kedua negara ini memiliki rivalitas yang sangat tinggi, dan pada tahun 1981, Korea Selatan ditunjuk menjadi tuan rumah Olimpiade 1988, sebuah pesta olahraga terbesar di dunia. Hal ini sangat mengguncang dunia karena saat itu di Asia, hanya Jepang yang sanggup menggelar Olimpiade.
Untuk menyambut itu, Korea Selatan mempersiapkan segala yang dibutuhkan, termasuk membangun infrastruktur dan kompleks olahraga terbesar, dengan stadion utama Olimpiade yang berkapasitas 70.000 orang. Singkat cerita, Olimpiade Seoul 1988 sukses besar, dan kesuksesan ini menunjukkan betapa hebatnya kemampuan Korea Selatan dalam membangun negara melalui acara olahraga.
Di sisi lain, Korea Utara, saingan alamiah Korea Selatan, tidak mau tinggal diam saat mendengar bahwa Korea Selatan terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka juga mampu seperti Korea Selatan. Oleh karena itu, dengan tidak tanggung-tanggung, Presiden Korea Utara Kim Il Sung merancang sebuah stadion utama yang didesain dua kali lipat lebih besar dari stadion Olimpiade milik Korea Selatan pada saat itu. Stadion ini langsung menyandang predikat sebagai stadion terbesar di dunia dengan kapasitas sebanyak 150.000 penonton.
Akhirnya, Event Festival Pemuda ke-13 sukses digelar oleh Korea Utara dengan peserta mencapai 177 negara. Jadi, alasan Korea Utara membangun Stadion Festival Pemuda Dunia adalah sebagai respons atas kemajuan pembangunan yang telah terjadi di Korea Selatan. Mereka tidak ingin Korea Selatan terlihat lebih maju dari mereka. Event Festival Pemuda ke-13 merupakan event internasional skala besar pertama dan terakhir yang digelar oleh Korea Utara. Setelah itu, negara ini kembali menutup diri dari dunia luar.
Stadion Rungrado ini jarang digunakan untuk event internasional. Namun, Korea Utara tetap menggunakannya untuk membuat event lokal mereka sendiri, seperti Arirang Mass Games, yang merupakan festival senam dan artistik terbesar di Korea Utara. Selain untuk acara kesenian dan olahraga, stadion ini juga sering digunakan pemerintah Korea Utara untuk acara propaganda dan acara-acara militer.
Jadi, kesimpulannya, stadion ini dibangun dengan alasan sederhana: Korea Utara tidak ingin kalah pamor dengan Korea Selatan. Kesuksesan Korea Selatan dalam menggelar Olimpiade 1988 adalah momentum bagi mereka untuk menjadi negara yang disegani di kawasan Asia. Korea Utara tentu tidak ingin kehilangan tajinya, dan dengan membangun stadion terbesar di dunia, mereka ingin meningkatkan citra negara secara internasional serta menjadi simbol kemajuan teknologi dan infrastruktur di negara Korea Utara. Dan kini, Stadion Rungrado akan menjadi monumen pengingat kepada dunia bahwa Korea Utara punya sesuatu yang diunggulkan, yaitu dalam wujud stadion terbesar di dunia.
Sumber: Youtube GoodStadium
Editor : Aprilia Sahari