Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Lubang Koronal Raksasa Sebesar 60 Kali Bumi Muncul di Matahari

Tina Mamangkey • 2023-12-11 21:07:09
Ilustrasi matahari. (JawaPos.com)
Ilustrasi matahari. (JawaPos.com)

JAGOSATU.COM - Fenomena tak terduga terjadi ketika sebuah lubang koronal raksasa menampakkan diri di permukaan matahari, menyebabkan kehebohan di kalangan masyarakat.

Dengan ukuran yang diperkirakan 60 kali lebih besar dari Bumi, lubang ini mengeluarkan aliran radiasi yang mencengangkan menuju Bumi.

Lubang koronal raksasa ini diidentifikasi sebagai lubang koronal dan diprediksi akan terbentuk pada 2 Desember mendatang, berlokasi di dekat ekuator matahari.

Lebar maksimum lubang mencapai sekitar 497.000 mil atau 800.000 kilometer dalam waktu 24 jam.

Laporan dari Space Weather menyatakan bahwa lubang di matahari ini mengarah langsung ke Bumi, meningkatkan potensi terjadinya badai geomagnetic moderat (G2).

Meskipun intensitas angin matahari ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan, badai yang dihasilkan hanya sejauh ini sebatas lemah (G1), dengan kemungkinan tetap terjadinya aurora di lintang tinggi.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), keberadaan lubang ini masih menyimpan misteri terkait dengan durasi bertahannya di Matahari.

Lubang koronal sebelumnya diketahui dapat bertahan lebih dari satu rotasi matahari (27 hari), tetapi diperkirakan akan segera berputar menjauhi Bumi.

Lubang koronal terjadi ketika medan magnet yang menahan matahari tiba-tiba terbuka, memungkinkan isi permukaan atas matahari mengalir dalam bentuk angin matahari.

Meskipun tampak seperti bercak gelap, lubang koronal memiliki sifat lebih dingin dan kurang padat dibandingkan plasma di sekitarnya.

Aliran radiasi dari lubang koronal ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan angin matahari normal, seringkali memicu gangguan pada perisai magnet bumi, yang dikenal sebagai badai geomagnetic.

Lubang koronal terakhir terdeteksi pada bulan Maret, memunculkan badai geomagnetik paling kuat yang menghantam Bumi dalam enam tahun terakhir.

Meskipun lubang koronal dapat terjadi kapan saja selama siklus matahari, kemunculan sebesar ini dekat khatulistiwa masih menjadi misteri, terutama dalam konteks peningkatan aktivitas matahari saat ini.

Para ilmuwan pada bulan Oktober merevisi perkiraan siklus matahari, dan saat ini memproyeksikan puncak ledakan matahari pada awal tahun 2024.

Meskipun aktivitas matahari meningkat sepanjang tahun, lubang koronal raksasa ini, yang muncul secara aneh, tidak sesuai dengan tren peningkatan aktivitas matahari yang teramati dalam beberapa minggu terakhir. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Matahari #lubang hitam #Fenomena Alam #tata surya