Jagosatu.com-Tentara Israel melaporkan adanya serangan roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza pada Minggu, 7 September 2025. Insiden ini kembali memicu ketegangan di wilayah perbatasan.
Dua proyektil disebut meluncur dari wilayah Gaza tengah menuju area Israel. Peluncuran roket ini langsung mendapat respons dari militer Israel.
Militer Israel menegaskan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat salah satu roket. Sistem itu dinilai cukup efektif dalam menghadang ancaman.
Sementara itu, roket lainnya jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan kerusakan. Hal ini membuat situasi tidak menimbulkan dampak besar di daratan Israel.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden ini. Kondisi warga sekitar tetap terkendali pasca serangan.
Sirene peringatan serangan udara terdengar di Kota Netivot, sekitar 10 kilometer dari Gaza. Warga pun diminta tetap waspada menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.
Kota berpenduduk 50.000 orang itu sempat siaga setelah sistem peringatan berbunyi. Kehidupan warga sejenak terganggu karena situasi darurat tersebut.
Kelompok Jihad Islam Palestina mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut. Pernyataan ini dirilis tidak lama setelah Israel menyampaikan laporannya.
Mereka menyatakan sasaran utama serangan adalah Kota Netivot. Pemilihan target ini dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap Israel.
Serangan ini disebut sebagai bentuk balasan atas tindakan militer Israel terhadap warga Palestina. Jihad Islam menekankan bahwa aksi tersebut adalah respons langsung.
Jihad Islam menilai serangan roket merupakan jawaban atas "kejahatan Israel" di Gaza. Mereka menuding Israel terus menekan dan menyerang warga sipil.
Menurut laporan AFP, inilah pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir Netivot kembali menjadi target roket. Peristiwa ini menandai adanya eskalasi baru di konflik tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Gaza. Operasi itu berlangsung dengan intensitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Pasukan Israel mengklaim operasi mereka bertujuan melemahkan Hamas. Mereka juga berusaha memutus jaringan perlawanan di Gaza.
Selain itu, misi militer Israel juga disebut untuk membebaskan sandera yang ditahan sejak 7 Oktober 2023. Isu sandera ini terus menjadi fokus Israel dalam setiap operasi.
Sehari sebelum serangan roket, Israel menggempur sebuah gedung tinggi di Kota Gaza. Serangan udara tersebut menghancurkan gedung hingga rata dengan tanah.
Gedung pencakar langit itu menjadi target kedua yang diratakan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menunjukkan Israel meningkatkan serangan ke infrastruktur besar.
Serangan tersebut semakin mempertegas eskalasi konflik di kawasan Gaza. Intensitas pertempuran pun diprediksi akan terus meningkat.
Saksi mata menyebut ribuan selebaran dijatuhkan di wilayah barat Kota Gaza. Selebaran itu berisi instruksi dari militer Israel kepada warga sipil.
Isi selebaran menyerukan agar warga segera mengungsi dari daerah tersebut. Hal ini menunjukkan Israel berupaya mengosongkan wilayah sebelum operasi militer lanjutan.(LR)
Editor : ALengkong