Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Jenazah Staf KBRI Zetro Purba Akan Dipulangkan ke Indonesia

ALengkong • 2025-09-07 18:58:40
Zetro Leonardo Purba, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima di Peru, tewas ditembak pada Senin (1/9/2025). Pemerintah Peru menyebut insiden ini sebagai ?pembunuhan terencana?.
Zetro Leonardo Purba, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima di Peru, tewas ditembak pada Senin (1/9/2025). Pemerintah Peru menyebut insiden ini sebagai ?pembunuhan terencana?.

Jagosatu.com-Jenazah staf KBRI di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, telah menjalani proses otopsi oleh kepolisian setempat. Prosedur tersebut diselesaikan sebelum pemulangan ke Indonesia dilakukan.

Rencananya, jenazah Zetro akan segera diberangkatkan menuju Tanah Air. Diperkirakan, ia akan tiba di Indonesia pada Selasa, 9 September 2025.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan kabar ini lewat keterangan resmi. Ia menegaskan, koordinasi dengan keluarga korban terus dilakukan agar proses berjalan lancar.

Selain dengan pihak keluarga, koordinasi juga menyangkut aspek teknis pemulangan jenazah. Mulai dari pengurusan dokumen hingga transportasi pengiriman jenazah.

Nabyl menambahkan, pemulangan jenazah diharapkan bisa berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti. Seluruh pihak terkait, baik di Peru maupun Indonesia, tengah bekerja sama mengurus detail tersebut.

Sebelumnya, publik dikejutkan oleh kabar duka mengenai kematian Zetro Leonardo Purba. Ia tewas tertembak saat sedang mengendarai sepeda menuju rumahnya.

Peristiwa itu terjadi hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya di Lima, Peru. Serangan berlangsung pada Senin malam, 1 September 2025, waktu setempat.

Menurut saksi, pelaku mendekati korban secara tiba-tiba. Setelah melepaskan tembakan, pelaku kabur dengan sepeda motor yang dikendarai rekannya.

Pihak kepolisian Peru segera melakukan penyelidikan mendalam. Hasil awal mengindikasikan keterlibatan jaringan kriminal setempat.

Nama El Chino, seorang bos geng terkenal di Peru, disebut dalam kasus ini. Ia diduga memiliki kaitan dengan insiden penembakan terhadap staf KBRI tersebut.

El Chino memimpin geng bernama One Family yang dikenal kejam. Geng ini terlibat dalam praktik prostitusi, pemerasan, hingga pembunuhan bayaran.

Investigasi juga menemukan sejumlah nomor telepon mencurigakan di ponsel korban. Nomor-nomor itu memiliki kode dari Venezuela dan Kolombia, dan kini sedang dilacak.

Kepolisian menyebut ada kemungkinan motif pribadi juga terlibat. Dugaan ini muncul setelah korban disebut dekat dengan seorang perempuan yang bekerja di kawasan tersebut.

Meski demikian, Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver, menegaskan skenario utama tetap mengarah ke pembunuhan berencana. Hal ini karena korban ditembak langsung di kepala tanpa ada barang yang dicuri.

Malaver menambahkan, pelaku diduga sengaja menunggu korban pulang. Pola serangan tersebut sesuai dengan karakteristik aksi pembunuhan bayaran.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah meminta otoritas Peru mengusut tuntas kasus ini. Menteri Luar Negeri Sugiono juga menyampaikan belasungkawa mendalam.

Kematian Zetro menjadi pukulan berat bagi KBRI di Lima. Rekan-rekan kerja di kedutaan merasa kehilangan sosok yang dikenal ramah dan berdedikasi.

Koalisi masyarakat sipil di Indonesia turut mendesak pemerintah agar membentuk tim pencari fakta. Mereka menilai perlu ada kejelasan apakah kasus ini murni kriminal atau terkait faktor lain.

Kasus ini menambah sorotan terhadap keamanan diplomat Indonesia di luar negeri. Pemerintah pun berjanji akan memperkuat perlindungan bagi staf kedutaan di berbagai negara.

Kini, keluarga di tanah air tengah menanti kedatangan jenazah Zetro. Kehadiran almarhum di Indonesia akan menjadi momen duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.(LR)

Editor : ALengkong
#peru