Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit dan Obesitas

ALengkong • 2025-09-10 19:22:45
Tidur cukup bukan sekadar istirahat, tapi juga fondasi kesehatan. Kurang tidur bisa bikin kamu gampang sakit, gemuk, cepat emosi, hingga mudah lupa.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat, tapi juga fondasi kesehatan. Kurang tidur bisa bikin kamu gampang sakit, gemuk, cepat emosi, hingga mudah lupa.

Jagosatu.com-Kurang tidur bisa menimbulkan dampak serius bagi tubuh manusia, baik secara fisik maupun mental. Efeknya tidak hanya membuat lelah, tapi juga melemahkan sistem penting dalam tubuh.

Dokter sekaligus medicine specialist Nancy Foldvary-Schaefer menekankan bahwa tidur adalah pondasi kesehatan. Tanpa tidur yang baik, organ vital tidak bisa berfungsi optimal.

Ia menyebut tidur yang cukup berperan penting untuk menjaga jantung, metabolisme, hingga fungsi otak. Semua aspek kesehatan tersebut sangat bergantung pada kualitas istirahat seseorang.

Saat tidur berkualitas, tubuh melakukan perbaikan alami pada berbagai sistem vitalnya. Proses inilah yang membantu menjaga kebugaran dan memperkuat daya tahan tubuh.

Sebaliknya, tidur yang terganggu membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk memulihkan diri. Akibatnya, energi dan imunitas akan menurun secara signifikan.

Salah satu dampak kurang tidur adalah tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Virus atau bakteri pun lebih mudah menyerang ketika daya tahan tubuh melemah.

Penelitian menunjukkan, orang yang kurang tidur lebih mudah jatuh sakit setelah terpapar virus seperti flu. Hal ini membuktikan bahwa tidur punya peran besar dalam menjaga kesehatan.

Selain itu, proses pemulihan dari penyakit pun akan berjalan lebih lambat bila tidur tidak tercukupi. Tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk mempercepat penyembuhan.

Hal ini terjadi karena sistem imun membutuhkan tidur untuk memproduksi protein bernama cytokines. Protein ini berperan penting dalam melawan infeksi dan peradangan.

Cytokines sangat penting saat tubuh menghadapi infeksi, stres, maupun peradangan. Tanpa jumlah yang memadai, sistem imun tidak bisa bekerja secara maksimal.

Kurangnya tidur akan menurunkan jumlah cytokines serta mengurangi produksi antibodi. Kondisi ini tentu membuat tubuh semakin lemah terhadap serangan penyakit.

Akibatnya, kemampuan tubuh melawan infeksi pun menurun drastis. Hal ini bisa berbahaya jika terus terjadi dalam jangka panjang.

Dampak lain dari kurang tidur adalah meningkatnya risiko kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan oleh terganggunya keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar.

Ketika tidur tidak cukup, hormon pengatur nafsu makan seperti ghrelin dan leptin terganggu. Akibatnya, tubuh sering merasa lapar meski sebenarnya tidak membutuhkan makanan.

Kadar ghrelin yang meningkat membuat rasa lapar lebih sering muncul, terutama keinginan mengonsumsi makanan manis dan camilan. Kondisi ini dapat memicu pola makan yang tidak sehat.

Sementara itu, menurunnya kadar leptin mengurangi kemampuan tubuh menjaga berat badan ideal. Akibatnya, berat badan akan lebih mudah naik secara signifikan.

Ditambah lagi, hormon kortisol atau hormon stres juga meningkat akibat kurang tidur. Peningkatan kortisol memicu penumpukan lemak dalam tubuh.

Kondisi ini memicu penyimpanan lemak berlebih yang dapat berujung pada obesitas. Jika tidak diatasi, risiko penyakit kronis pun semakin besar.

Studi menunjukkan bahwa orang yang tidurnya cukup lebih mudah menurunkan berat badan dibanding mereka yang kurang tidur. Artinya, tidur adalah kunci dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Oleh karena itu, tidur cukup harus dianggap sebagai kebutuhan dasar yang tak bisa diabaikan untuk kesehatan jangka panjang. Istirahat berkualitas adalah investasi terbaik bagi tubuh.(LR)

Editor : ALengkong
#Kesehatan