Jagosatu.com-PT Indoplas Tianying Energy resmi berdiri sebagai Badan Usaha Pelaksana proyek PSEL di Tempat Pembuangan Akhir Cipeucang, Tangsel.
Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Indoplas Energy Hijau, anak usaha OASA, dengan China Tianying Inc. dari Tiongkok.
China Tianying dikenal sebagai penyedia teknologi pengolahan limbah yang sudah berpengalaman di banyak negara.
Konsorsium Indoplas Energy Hijau–CNTY sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang tender proyek strategis ini.
Direktur Utama Indoplas Tianying Energy, Bobby Gafur Umar, menjelaskan nilai investasi mencapai Rp 2,6 triliun.
Skema investasi yang dipakai adalah Build–Operate–Transfer dengan masa berlaku hingga 30 tahun.
PSEL Tangsel ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari.
Dari total kapasitas itu, 1.000 ton merupakan sampah baru, sementara 100 ton sisanya sampah lama.
Teknologi yang akan digunakan adalah Moving Grate Incinerator yang diklaim ramah lingkungan.
Dengan teknologi ini, fasilitas diperkirakan mampu menghasilkan listrik sebesar 23,5 MW.
Listrik tersebut akan disalurkan ke jaringan nasional untuk kebutuhan masyarakat luas.
Menurut Bobby, pendirian perusahaan ini menandai komitmen nyata OASA bersama CNTY dalam menghadirkan solusi sampah berkelanjutan.
Proyek ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi volume sampah perkotaan.
Selain itu, fasilitas juga berperan menyediakan energi bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Tahap konstruksi direncanakan dimulai pada awal 2026 mendatang.
Durasi pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga tahun.
Setelah selesai, fasilitas diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis teknologi di Indonesia.
Keberadaan PSEL Tangsel juga dinilai mendukung percepatan transisi energi nasional.
Bobby optimistis proyek ini akan memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan ketahanan energi.
PSEL Tangsel disebut bisa menjadi contoh pengolahan sampah modern yang bisa ditiru di kota-kota lain.(LR)
Editor : ALengkong