Renungan Pagi Sabda Bina Umat GPIB 16 April 2024
Yesaya 43 : 22 – 28
ALLAH YANG MAU MENANGGUNG KESALAHAN UMAT
“…Akan tetapi engkau membebani Aku dengan dosa-dosamu, engkau melelahkan Aku dengan kesalahan-kesalahanmu…”(ay.24b)
Sebuah kisah nyata tentang seorang ibu di Amerika Serikat menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Karena sang ibu mengorbankan hidupnya untuk anak semata wayang yang berusia dua tahun. Kejadiannya ketika kereta dorong anaknya tersangkut di rel kereta api, dan saat itu terdapat sebuah komuter Metrolink yang merlintas dengan kecepatan tinggi.
Singkat cerita Dibene, ibu yang berusia 33 tahun tak sempat meloloskan diri dan tertabrak, setelah berhasil menyelamatkan anaknya. Pada saat itu palang sudah ditutup dan lampu tanda dilarang memasuki wilayah rel telah diturunkan. Tentu saja, sebagai seorang ibu insting Dibene sangat kuat dan dia tidak mempedulikan apapun kecuali keselamatan bayi mungilnya itu.
Kisah yang sangat sederhana dan memperlihatkan tindakan yang sangat heroik itu sungguh sangat mengharukan. Karena sebagai seorang ibu yang melahirkan, tidak mau anak kandungnya harus kehilangan nyawanya. Ibunya rela mengorbankan dirinya demi keselamatan anaknya yang masih dua tahun.
Allah nenek moyang bangsa Israel adalah Allah yang juga mau menanggung penderitaan umat-Nya. Allah yang tidak hanya berada di atas, tetapi Allah yang mau bergaul dengan ciptaan-Nya; sedia menanggung semua kesalahan umat-Nya melalui penyaliban-Nya di kayu salib. Allah yang melalui kematian dan kebangkitan Yesus adalah Allah yang benar-benar mengenal manusia, sebagai ciptaan-Nya.
Karena itu, melalui kematian dan kebangkitan Yesus adalah bukti pewartaan Yesaya ribuan tahun yang lalu bahwa Allah siap menanggung beban dosa kita. Allah mau seperti kita manusia karena KASIH. Salib adalah bukti tindakan Allah yang pernah dinubuatkan Yesaya, bahwa Allah mau menanggung dosa manusia dan menggantikannya dengan anugerah keselamatan. Karena itu bersyukurlah karena kasih setia-Nya.
Doa : (Ya Allah, kami mengucap syukur atas segala kasih-Mu, Engkau yang mau menanggung segala dosa kami dan menggantikannya melalui salib)