Yesaya 44 : 21-28
INGATLAH, ALLAH SUDAH BERBUAT SEMUANYA UNTUK KEBAIKAN UMAT-NYA
"lngatlah semuanya lnl, hai Yakub sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel..." (ay. 21)
Sering kali kita melupakan bahwa sesungguhnya Allah turut bekerja dalam kehidupan kita. Karena tldak sedlkit antara orang percaya yang masih meragukan bahwa Allah di dalam Yesus Kristus selalu hadir dalam keh1dupan kita. Memang Allah tidak terang-terangan memperlihatkan apa yang sedang dikerjakan, tetapi sebagai orang percaya sesungguhnya kita rnemaharni bahwa apa yang kita peroleh sampai hari ini semua itu adalah karena perbuatan KASIH TUHAN dalam kehidupan kita semua.
Israel adalah umat yang seialu mendapat perbuatan kasih dari TUHAN, karena TUHAN sendiri yang telah mengikat perjanjian dengan nenek moyang Israel. Karena itu Yesaya dalam pemberitaan tentang penebusan yang dilakukan Allah kepada nenek moyang Israel. Allah sudah memilih Yakub yang kemudian melahirkan umat perjanjian. Allah sudah menebus dan tidak mengingat kembali apa yang dilakukan Israel sebagai manusia yaitu segala dosa. Karena itu, Allah mau Israel mengingat kembali bahwa Allah nenek moyang mereka adalah Allah dan tidak akan ada yang sama seperti Allah Israel.
Kita pun diingatkan kembali, bahwa di hadapan TUHAN kita sangat berharga. Begitu berharganya manusia, sehingga Allah mau menyelamatkan manusia melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Jadi kita harus terus mengingat dan menceritakan kisah kasih Allah di kayu salib. Salib adalah sebuah bukti begitu berharganya kita sehingga la mau mati secara hina, dan ketika Yesus bangkit semuanya menjadi baru dan berharga di hadapan Nya.. lngatlah dahulu kita orang berdosa, tetapi sekarang kita meniadi benar d1 hadapan-Nya bukan karena kesalehan kita, tetapi karena KASIH Allah kepada dunia ini (Yoh. 3:16). Jadikanlah diri dan hidup kita untuk melanjutkan kisah KASIH Allah itu kepada banyak orang.
Doa : (Tuhan Yesus, kami mengucap syukur, oleh karena kebangkitan-Mu; kami semua diingatkan bahwa Allah sudah membaharui hidup kami sehingga berkenan kepada-Mu
Editor : Alfianne Lumantow