Filipi 1:7-11
" DOA DAN PERSEKUTUAN" (Bagian 2)
"Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memlllh apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Krlstus untuk memuliakan dan memuji Allah".(ay.9-11)
Pernyataan Yohanes Calvin dalam lnstitusio bahwa doa adalah penghubung antara manusia dengan Allah. Allah menghendaki agar manusia meminta kepada-Nya dalam doa, sekalipun la telah memberikan janji-Nya. Doa juga mengungkapkan kebergantungan manusia kepada Tuhan, sebab manusia lemah menghadapi kehidupan dan perlu meminta pertolongan Tuhan. Menurut E. M. Bound, doa adalah kekuatan penuh keagungan dari Tuhan yang Maha besar. Doa menjangkau dan menyentuh segalanya, semua hal besar dan kecil dari setiap janji Tuhan bagi anak-anak-Nya.
Filipi 1 :7-11 berbicara tentang doa Paulus, yaitu : pertama, kasih jemaat semakin berlimpah dalam pengetahuan yang benar dan pengertian (ay.9); kedua, jemaat dapat memilih yang baik dan hidup suci serta tidak bercacat menjelang hari Kristus (ay.1 O); ketiga, penuh dengan buah kebenaran (ay.11). Buah kebenaran dapat diartikan sebagai buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5 :22).
Sabda Allah ini mengajak kita selaku gereja Tuhan, untuk setia, tekun membangun dan merawat kehidupan doa, baik pribadi, keluarga juga persekutuan. Dengan berdoa kita memperoleh kekuatan untuk terus menyatakan pelayanan dan kesaksian di tengah dunia yang penuh dengan hiruk pikuk pergumulan. Dalam doa ada kekuatan untuk menjaga hidup kita tetap suci dan tak bercacat jelang hari Kristus. Dengan doa, kita dimampukan untuk hidup dalam buah kebenaran Allah. Selamat berdoa saudaraku.
Doa : (Tuhan mampukan kami untuk setia dan tekun berdoa, sehingga kami dapat hidup dalam buah kebenaran, serta selalu bersyukur guna merawat persekutuan di mana kami hadir sebagai keluarga)
Editor : Alfianne Lumantow