Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 20 April 2024, Yesaya 48 : 9-11 TUHAN TIDAK MELENYAPKAN ISRAEL KARENA NAMA-NYA

Alfianne Lumantow • 2024-04-20 17:00:00

 

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yesaya 48 :  9-11

TUHAN TIDAK  MELENYAPKAN ISRAEL KARENA NAMA-NYA

"Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku,  oleh karena kemasyhuran-Ku Aku menahan dlri terhadap  engkau sehingga Aku tldak melenyapkan engkau"  (ay.9)

Ketika   seseorang mencintai sesuatu apa pun itu, tentu ia akan melakukan sesuatu  agar apa yang dicintainya tidak hilang begitu saja.  la akan menjaganya dan menempatkannya pada tempat yang dianggapnya terasa nyaman, dan tidak akan ada yang mengetahuinya; hanya dirinya sendiri. Begitu juga ketika seseorang mencintai orang lain dan sangat dicintainya, dia akan melakukan apa saja demi nama cinta, dengan harapan orang yang dicintainya itu merasakan  kenyamanan.  Bahkan  ia  rela  berkorban  demi yang dicintainya.

Kasih TUHAN kepada umat Israel begitu  besar, bahkan tidak ada yang dapat menyamainya. Hal ini terlihat cara TUHAN menunjukkan kasih-Nya kepada  umat  Israel dengan berulang  kali memberikan nasihat dan  peringatan agar  umat Israel mengetahuinya.   TUHAN dapat melakukan apa saja demi umat pilihan-Nya. Misalnya ketika TUHAN memakai Koresy, Raja Persia (yang sama sekali tidak percaya kepada TUHAN) dipakai  TUHAN untuk menyelamatkan urnat-Nya.

Yesaya  dalam  pewartaannya  mengatakan  sekalipun  Israel  itu keras kepala, tegar tengkuk;  tetapi TUHAN sangat mengasihi-Nya. Karena itu demi nama-Nya, TUHAN tidak akan melenyapkan umat Israel. Hal  itu dilakukan  karena perjanjian TUHAN  dengan  nenek moyang bangsa  Israel.  ltulah  yang  ditunjukkan  TUHAN  melalui pewartaan nabi Yesaya; "0leh   karena  nama-Ku,  Aku  menahan amarah-Ku.. ..    Sehingga  Aku  tidak  akan     melenyapkan engkau ... " (ay. 9)

Peristiwa kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa karena kasih-Nya kepada umat manusia Yesus mau mengorbankan diri-Nya. Yesus memberi diri-Nya  untuk disalib (hukuman yang paling hina),  dan demi nama-Nya yang kudus, la rela menguduskan umat manusia melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus bangkit, maka hidup kita tidak berakhir dengan kematian tetapi kehidupan yang kekal.

 

Doa : (Ya Tuhan, kami bersyukur untuk segala karya kebangkitan-Mu. Semua itu adalah bentuk kasih-Mu kepada kaml manusra, Engkau melakukan itu semua demi nama-Mu yang kudus).

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT