Filipi 4:2-7
Menerima Nasihat dengan Sukacita
Bersukacitalahsenantiasadalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!(TB 2-Ayat 4)
Setiap teruna tentu pernah mendengar nasihat dari orang tua. Kadang kita merasa jengkel dengan banyaknya nasihat yang diberikan, terkadang juga kita tidak mau mendengarkan nasihat mereka. Kita mungkin akan berkata "kenapa sih orang tua itu suka memberikan nasihat?"
Sobat Teruna, orang tua memberikan nasihat bukan karena ia suka banyak bicara atau ia suka mengomeli anaknya. Orang tua memberikan nasihat supaya anaknya dapat mengerti dan berhati-hati dalam bertindak. Nasihat pada dasarnya bertujuan untuk kebaikan bagi yang dinasihati. Orang tua kita menasehati kita sebagai bentuk sayang dan kebaikkan yang diberikan kepada anaknya, sehingga anaknya dapat mengerti, berpikir dan bertindak dengan bijaksana.
Sama halnya seperti Paulus yang memberikan surat kepada jemaat Filipi. Paulus sebagai "orangtua" dari Jemaat di Filipi memberikan banyak pengertian dan nasihat supaya kehidupan iman jemaat Filipi menjadi lebih baik. Nasihat ini juga sekaligus sebagai bentuk kasih sayang Paulus kepada "anaknya" yaitu jemaat di Filipi. Perikop bacaan saat ini merupakan bagian nasihat-nasihat yang Paulus berikan kepada jemaat Filipi antara lain: 1. Bersukacitalah senantias dalam Tuhan, 2. Kebaikan hatimu diketahui semua orang, 3. jangan kuatir tentang apapun tetapi nyatakan segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan syukur.
Sobat teruna, tentunya nasihat yang diberikan Paulus kepada jemaat di Filipi ini menjadi bagian bagi kita sebagai teruna-teruna GPIB, untuk tetap bersukacita, melakukan kebaikan kepada semua orang dan menyatakan semua keinginan kepada Tuhan melalui doa dan syukur. Dalam rangka memperingati hari Kartini kita diberikan teladan dan nasihat dari ibu kartini untuk berkarya dan memperjuangkan kesetaraan dengan harapan kita semua dapat menjadi teruna-teruna yang bijaksana dalam berpikir dan bertindak.
Doa: "Tuhan Yesus, biarlah aku menerima nasihat-nasihat dengan penuh sukacita untuk kebaikanku" Amin.
Editor : Alfianne Lumantow