Filipi 1:3-6
"DOA DAN PERSEKUTUAN" (Bagian 1)
Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam berita lnjil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya yaitu la, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus". (ay. 5·6)
Teologi doa dari Marten Luther menyatakan doa adalah komunikasi dengan Allah, tindakan menghormati nama Allah, kewajiban serta tanggung jawab, dan nafas hidup orang percaya. Bagi Luther, doa yang berkuasa adalah doa yang dipanjatkan oleh orang yang mengerjakan pekerjaannya dengan rajin. Demikianlah kita memahami makna ora et Labora.
Filipi 1 :3-6 tentang Ucapan syukur dan doa Paulus: pertama, kenangan indah tentang umat Allah (ay.3); kedua, sukacita seorang pelayan (ay.4); ketiga, Persekutuan yang terawat dan terjaga, berujung ucapan syukur (ay.5); keempat, Penggenapan setiap pekerjaan baik pada hari Kristus (ay.6). Bacaan ini mengungkapkan kebahagiaan seorang pelayan Tuhan, ketika ia menerima berita sukacita tentang ketaatan, kesetiaan dan kebaikan jemaat, dan ia bersyukur dalam doa. Saudaraku, dari situasi terpenjara, rasul Paulus berdoa untuk umat yang dikasihinya. Paulus menyaksikan bahwa doa, ucapan syukur, persekutuan yang setia melayani dan bersaksi, pasti menuai penggenapan karya kebaikan pada hari Kristus Yesus.
Yesus Kristus adalah teladan doa dalam pelayanan. la pun berdoa untuk kesatuan para murid (Yoh. 17). Inilah teladan iman untuk kita selaku gereja Tuhan. Doa merupakan kekuatan untuk melayani dan bersaksi. Oleh sebab itu, ingatlah, para pelayan berdoa bagi umat yang pernah/ sedang dilayani dan umat tetaplah rawat persekutuan dalam iman, pengharapan dan kasih. Berdoalah juga untuk bumi ini. Bangunlah kehidupan doa dalam persekutuanmu.
Doa : (Tuhan mampukan kami untuk saling mendoakan, selalu bersyukur serta merawat persekutuan di mana kami hadir sebagai keluarga).
Editor : Alfianne Lumantow