Filipi 1:12-19
Memberitakan Injil dengan Jujur dan Iklas.
Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. (TB 2 - Ayat 15)
Sobat teruna, ketika kita berada dalam kesulitan dan kita mampu menghadapi kesulitan tersebut, maka biasanya kita akan bersyukur. Di sisi lain, orang lain akan belajar dari kita tentang menghadapi kesulitan tersebut .
Sobat teruna dalam perikop ini Paulus menyampaikan suara hatinya kepada jemaat di Filipi ketika memberitakan injil. Memang ada banyak cara untuk memberitakan injil, namun Paulus memberikan teladan bahwa ia memberitakan injil dengan jujur dan ikhlas. Paulus melakukan semua itu bukan untuk kepentingan dirinya, melainkan karena kasih yang telah ia terima. Dampaknya adalah sekalipun ia berada dalam penjara, ia tetap bersukacita. Selain itu, Paulus juga melihat bahwa dengan ia dipenjara, pemberitaan injil justru menjadi semakin maju, sebab orang banyak akan melihat usaha dan keyakinaan yang dimiliki Paulus dalam memberitakan Kristus, dan orang banyak semakin berani untuk berkata-kata tentang firman Allah.
Sobat teruna, memberitakan injil bukanlah sesuatu yang mudah, akan ada banyak tantangan yang akan dihadapi, bahkan kita akan berhadapan dengan bahaya. Kita mau belajar dari Paulus tentang bagaimana ia menghadapi tantangan dalam memberitakan injil, yaitu belajar memberitakan injil dengan jujur dan ikhlas akan membawa sukacita. Ketika kita menghadapi situasi sulit sekalipun, kita akan tetap bersyukur bahwa yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Selain itu, orang lain juga akan melihat bagaimana upaya dan perjuangan kita memberitakan injil dan mereka juga semakin bersemangat dalam memberitakan injil.
Doa: "Tuhan Yesus, terima kasih untuk kasih-Mu, pakailah aku untuk memberitakan injil-Mu dengan jujur dan ikhlas" Amin
Editor : Alfianne Lumantow