Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 1 Mei 2024, Lukas 10 : 29-31 SESAMAKU

Alfianne Lumantow • 2024-05-01 16:00:00
Logo GPIB
Logo GPIB

Lukas   10 :   29-31

SESAMAKU?

"Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: Dan siapakah sesamaku manusia?" (ay.29)

Pemahaman tentang siapa sesamaku?  Adalah pertanyaan yang menarik,  karena pemahaman tentang  siapa sesamaku  akan berdampak dalam berelasi dengan sesama. Dalam Kamus Besar Bahasa   Indonesia   penjelasan   tentang   sesamaku   berarti   sama-sama atau satu golongan,  sesama karena sama-sama hidup.

Dalam kelanjutan cerita ahli Taurat kepada Yesus, untuk membenarkan dirinya, ahli Taurat kemudian  bertanya   siapakah sesamaku?   Dari ajuan  pertanyaan  ahli Taurat,  kita  bisa menduga ada   konsep dan pemahaman yang  bagi ahli Taurat siapa sesamaku?  Dan  kalau dihubungkan  dengan  definisi  kamus  besar sesamaku bagi ahli Taurat ya  sesamaku  adalah juga   ahli-ahli Taurat  karena segolongan.   Untuk menjawab  pertanyaan  itu, Yesus membuat cerita  perumpamaan  ada seorang  turun  dari Yerusalem ke Yerikho,  ia jatuh  ke tangan penyamun,  dirampok  habis-habisan, dipukul   dan  ditinggalkan   dalam  keadaan sekarat.  Ada  seorang imam  turun  melewati  jalan  itu,  namun  ia melewati  dari seberang jalan. Ceritanya  dibatasi hanya sampai  di ayat 31.

Dari perumpamaan Yesus, kenapa seorang imam hanya melewati  orang yang sekarat  itu? lni soal konsep dan pemahaman tentang siapa  sesamaku! Imam  itu melewati  karena  dia bukan menjadi sesama kaum imam. Kalau dikaitkan dengan rute Yerusalem menuju Yerikho, sama  seperti orang dirampok penyamun itu, katakanlah  imam itu  harus meneruskan pelayanan ke Yerikho untuk melayani setelah di Yerusalem. Karena  pasti akan terlambat kalau menolong  orang yang sekarat, maka imam itu melewati. Kemungkinan lain, tidak membawa  perbekalan  sehingga tidak  bisa  menolong.  Apa pun alasan  bisa dikemukakan, namun bukan  menjadi  pembenaran   untuk  dimaklumi. Ironis jika  seorang imam tidak menolong.  Kita belajar  dari cerita  ini sesamaku  adalah lebih  dari sekadar segolongan, sesamaku adalah semua orang bahkan semua ciptaan.

Doa : (Ya Tuhan,  jadikanlah  aku alat kasih-Mu bagi sesamaku agar nama Tuhan dimuliakan). Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT