Lukas 10 : 29-31
SESAMAKU?
"Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: Dan siapakah sesamaku manusia?" (ay.29)
Pemahaman tentang siapa sesamaku? Adalah pertanyaan yang menarik, karena pemahaman tentang siapa sesamaku akan berdampak dalam berelasi dengan sesama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia penjelasan tentang sesamaku berarti sama-sama atau satu golongan, sesama karena sama-sama hidup.
Dalam kelanjutan cerita ahli Taurat kepada Yesus, untuk membenarkan dirinya, ahli Taurat kemudian bertanya siapakah sesamaku? Dari ajuan pertanyaan ahli Taurat, kita bisa menduga ada konsep dan pemahaman yang bagi ahli Taurat siapa sesamaku? Dan kalau dihubungkan dengan definisi kamus besar sesamaku bagi ahli Taurat ya sesamaku adalah juga ahli-ahli Taurat karena segolongan. Untuk menjawab pertanyaan itu, Yesus membuat cerita perumpamaan ada seorang turun dari Yerusalem ke Yerikho, ia jatuh ke tangan penyamun, dirampok habis-habisan, dipukul dan ditinggalkan dalam keadaan sekarat. Ada seorang imam turun melewati jalan itu, namun ia melewati dari seberang jalan. Ceritanya dibatasi hanya sampai di ayat 31.
Dari perumpamaan Yesus, kenapa seorang imam hanya melewati orang yang sekarat itu? lni soal konsep dan pemahaman tentang siapa sesamaku! Imam itu melewati karena dia bukan menjadi sesama kaum imam. Kalau dikaitkan dengan rute Yerusalem menuju Yerikho, sama seperti orang dirampok penyamun itu, katakanlah imam itu harus meneruskan pelayanan ke Yerikho untuk melayani setelah di Yerusalem. Karena pasti akan terlambat kalau menolong orang yang sekarat, maka imam itu melewati. Kemungkinan lain, tidak membawa perbekalan sehingga tidak bisa menolong. Apa pun alasan bisa dikemukakan, namun bukan menjadi pembenaran untuk dimaklumi. Ironis jika seorang imam tidak menolong. Kita belajar dari cerita ini sesamaku adalah lebih dari sekadar segolongan, sesamaku adalah semua orang bahkan semua ciptaan.
Doa : (Ya Tuhan, jadikanlah aku alat kasih-Mu bagi sesamaku agar nama Tuhan dimuliakan). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow