Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 6 Mei 2024, 1 Raja-Raja 5:10-12 JANJI PERSAHABATAN

Alfianne Lumantow • 2024-05-06 16:10:07

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

1 Raja-Raja 5:10-12

 "JANJI  PERSAHABATAN"

Dan TUHAN memberikan hikmat kepada Salomo seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya; maka damaipun ada antara Hiram dan Salomo, lalu mereka berdua mengadakan  perjanjian"   (ay.12)

Seorang   Filsuf Yunani,  Aristoteles pernah menulis;  "ketika yang dua bersama-sama, teman  meningkatkan  kemampuan  kita untuk bertindak dan berpikir''.  Aristoteles memperlihatkan tentang dimensi keadilan    sebagai    dasar    untuk    membangun    persahabatan. Walaupun    sahabat   tidak   membutuhkan   keadilan,    tetapi  usaha tentang keadilan akan selalu membutuhkan sahabat.

Janji untuk bersahabat tentu tidak seperti dua pengusaha yang sedang melakukan perjanjian atau kontrak kerja. Perjanjian itu dilakukan melalui pikiran,  batin dan tindakan yang saling memberi. Hiram  dan  Salomo  sebagai  raja  atas  negeri  mereka,  tampil sebagai pemimpin yang meneladankan persahabatan. Hiram memberikan  bahan  kayu yang berkualitas  (ayat 10) dan Salomo memberi upah  yang  terbaik  kepada  Hiram  (ayat  11 ).  Sebuah pertunjukan  yang  dibangun  atas dasar saling percaya dan saling peduli.  Namun, yang terpenting dari relasi sahabat itu ada hikmat Tuhan.  ltu berarti  hikmat Tuhan mengarahkan Salomo dan Hiram untuk menciptakan  suasana damai di antara dua negeri tersebut.

Hidup bersahabat dengan semua merupakan panggilan kita sebagai  umat Tuhan.  Hidup di tengah kompetisi akan menjadi bar bar dan  kacau jika tidak dilandasi dengan persahabatan. Teladan utama  kita  adalah  Yesus,  Sang  Mesias.  Dia menunjukkan  hidup dengan   rasa  persahabatan   yang   sejati.   Yesus   tidak   pernah menuntut timbal balik dari orang lain, bahkan di tengah hinaan  dan makian   kepada-Nya,   tidak  pernah  Yesus  menghapus persahabatan-Nya.   Sekali  lagi,  kasih-Nya  tidak  pernah berubah  menjadi benci,  dan tak lekang oleh waktu.  Dia mengerti bahwa setiap kita selalu   membutuhkan   sahabat   untuk  berjuang. Dia selalu ada sebagai   sahabat   sejati  bagi  kita  semua.   Akankah   kita  datang kepada-Nya dengan setia,  ataukah kita menjauhi Dia?

Doa : (Ya Tuhan, tuntunlah  kami untuk menjadi sahabat bagi mereka yang tertindas dan menderita). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT