Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 8 Mei 2024, Daniel 7: 11-13 JANGAN SOMBONG, TUHAN LEBIH BERKUASA

Alfianne Lumantow • 2024-05-07 23:30:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Daniel  7:   11-13

"JANGAN  SOMBONG, TUHAN LEBIH BERKUASA"

"Aku  terus melihatnya, karena perkataan  sombong yang  diucapkan   tanduk  ltu; aku terus melihatnya,  sampai  binatang  itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang  membakar"   (ay.11)

Sebuah film terkenal yang diproduksi pada tahun 1997 dan dirilis tahun 1998 berjudul  "Titanic"  merupakan film  yang  menceritakan kisah cinta sejati yang berakhir    mengenaskan sekaligus menginspirasi. Dibalik cerita film yang mengagumkan itu, terdapat sebuah fakta yang menghebohkan dari pembuat kapal Titanic, bernama  Thomas Andrews,  dia pernah  berkata  bahwa  keamanan kapal yang dibuatnya sangat aman bahkan  Tuhan  sekalipun  tidak mampu menenggelamkannya.  Namun, setelah  empat hari berlayar, kapal  Titanic  menabarak  gunung  es  di  Samudera   Atlantik   dan akhinya tenggelam. Musibah itu menewaskan sekitar 1517 orang termasuk dengan Thomas Andrews.

Manusia adalah  makhluk  yang sungguh  terbatas,  la tidak  akan pernah menyamai kuasa Tuhan. Hal ini diperingatkan dalam penglihatan Daniel yang disimbolkan  melalui tanduk sombong yang berakhir dengan kebinasaan dan musnah dengan api yang membara. Penglihatan Daniel menjadi peringatan keras kepada penguasa yang memerintah. Daniel melihat kehancuran dari pemimpin bangsa yang berbuat semena-mena terhadap umat-Nya. Jika Allah telah bertindak maka semua yang sombong  dan angkuh dihadapan-Nya  akan  dihancurkan. Daniel selalu berusaha memahami Allah melalui pernyataan-Nya.   Bahkan hal-hal  terkecil yang Daniel alami selalu dihubungkan dengan kekuasaan Allah. Dia diberi  kemampuan  untuk mengartikan  setiap  mimpi  agar  melalui penjelasannya  orang-orang semakin  mengenal  dan  merendahkan diri di hadapan Allah. Terutama, supaya penguasa saat itu tidak lagi melakukan penindasan, karena tindakan itu sama saja dengan menantang kekuasaan Allah terhadap umat-Nya.

Ketika  membaca Firman Tuhan ini, apakah kita masih mau bertindak sombong di hadapan  Tuhan?   lngatlah pada  setiap keterbatasan  kita. Jadilah  murid-Nya,  taatlah  kepada-Nya,   biarlah hidup ini dipakai-Nya untuk menyatakan kekuasaan Kristus.

 

Doa : (Ya Tuhan, kami merendahkan diri di hadapan-Mu, berikanlah kami kesukaan untuk menjadi alat di tangan-Mu). Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT