Matius 7:7-11
BERDOALAH, TUHAN MEMBERIMU YANG TERBAIK
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga la akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya (ay.11)
Ketika sebuah doa diungkapkan dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan yang Mahatahu akan menjawab dan belas kasihannya pun akan diperlihatkan kepada si pendoa. Kutipan ini disampaikan oleh Edward Reynold. Ada seorang anak yang mendapat tugas untuk menyampaikan doa syafaat dalam lbadah Hari Minggu di tengah-tengah jemaat dewasa. la tidak memiliki kebiasaan berdoa, sehingga sangat takut sekali untuk berdoa. la meminta orangtuanya menuliskan doa tersebut. Ketika ia menaikkan doa syafaat tersebut ia berhasil mengucapkannya dengan penuh kesungguhan. Setelah ia menyelesaikan tugasnya menyampaikan doa syafaat, seketika saja ia sudah lupa dengan doa yang telah disampaikan kepada Tuhan. Hal ini terjadi karena baginya yang penting ia sudah menjalankan tugas menyampaikan doa syafaat. Padahal setiap kata dan kalimat yang telah dibacakan itu perlu terus menerus menjadi bagian dalam dirinya untuk didoakan kembali pada saat ia memiliki jam doa pribadi. Ada kalanya kita pun mengucapkan doa seperti itu, tanpa makna, tanpa kesungguhan.
Berdoa bukan sekadar meminta namun yang utama adalah menjalin relasi dengan Allah, mengikat diri sepenuhnya untuk percaya pada Allah. Kita tidak dapat berdoa hanya sekali lalu melupakan Dia. Dalam doa, kita mengenal hati Tuhan yang rindu agar kita terus menerus menjalin hubungan yang semakin intim dengan diri-Nya dengan cara mencari dan terus mencari Dia, meminta dan terus meminta agar Dia selalu dekat dalam hidup kita, mengetuk dan terus menerus mengetuk sampai Tuhan membukakan pintu rahmat-Nya dan menerima kita serta berkata, "Anakku, Aku tahu yang terbaik untuk hidupmu." Dalam rahmat-Nya kita pun memiliki keyakinan bahwa Dia tahu kita telah berupaya untuk terus menerus mencari, meminta dan mengetuk pintu rahmat-Nya.
Doa : (Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu menjawab doaku sesuai dengan kehendak-Mu yang terbaik bagiku). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow