Matius 14:22-23
ME TIME
Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang dirl. Ketlka harl sudah malam, la sendlrian di situ (ay.23)
C.H. Spurgeon memberikan sebuah penegasan tentang makna doa yang kita lakukan setiap saat. la katakan bahwa "di dalam kehidupan ini, kita akan berjumpa dengan situasi dan kondisi yang dapat membahayakan hidup kita, namun doa yang kita panjatkan akan menolong kita dalam menghadapi berbagai bahaya yang datang menerpa kita."
Di tengah berbagai kesibukan yang kita alami dari bangun tidur sampai mau tidur kembali, apakah kita memiliki waktu khusus /me time dalam berdoa? menundukkan kepala, melipat tangan dan mengucapkan kalimat-kalimat doa dengan sungguh-sungguh kepada Allah apakah kita juga memiliki keyakinan atas kuasa Tuhan dalam hidup kita? Yesus memperlihatkan kebiasaan berdoa dengan pergi menyendiri, mencari tempat untuk me time. Yesus menunjukkan pentingnya waktu berdoa seorang sendiri/secara pribadi. Apa yang kita dapatkan dari firman Tuhan pagi ini? ketika kita memiliki waktu doa, tenang dan hening maka kita dapat "berjalan di atas air" artinya kita dapat melangkah, melewati berbagai persoalan hidup dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal ini akan menjadi kesaksian bahwa kehidupan doa yang kita jalin bersama dengan Tuhan akan mampu menolong kita berjalan melewati berbagai persoalan kehidupan. Dengan memiliki jam sembahyang yang khusus/me time, kita sanggup melewati berbagai pergumulan dan tantangan dengan kekuatan dari Tuhan tanpa mengandalkan diri sendiri. Tuhan memegang dan menuntun kita melewati arus deras dan ombak ganas yang menerjang. Ada Tuhan yang selalu beserta kita bahkan mengangkat kita, mendengar teriakan kita minta tolong pada-Nya. Tangan-Nya bekerja mengangkat kita yang jatuh, kuasa Tuhan dinyatakan setiap waktu. Milikilah me time dan rasakan kuasa dan kehadiran Tuhan yang menolong kita.
Doa : (Tuhan, kami bersyukur dapat berdoa pada-Mu, kami yakin badai hidup yang telah, sedang dan akan kami lalui bersama Tuhan. Kami akan tetap tenang). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow