Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 15 Mei 2024, Lukas 5 : 12-16 BERDOA BUKAN UNTUK SENSASI

Alfianne Lumantow • 2024-05-15 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Lukas 5 :  12-16

BERDOA BUKAN UNTUK SENSASI

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata:  "Aku mau, jadilah engkau tahlr." Seketika itu juga lenyaplah penyaklt kustanya (ay.13)

Pemahkah kita bertemu dengan seorang yang sakit kusta? Apa perasaan kita ketika melihat bagian tubuhnya yang rusak? Sedih? Takut? Apakah kita akan mendekatinya dan mau bercakap-cakap dengan orang yang sakit kusta ini?  Menghindar adalah cara yang mudah dilakukan seseorang ketika bertemu dengan orang yang sakit  kusta,  alasannya karena takut tertular. Sangat menyedihkan kalau penyakit kusta ini menimpa salah seorang dari keluarga kita. Seorang  penderita  kusta  akan  dikucilkan  oleh  keluarga  dan masyarakat. Tubuh yang dipenuhi dengan luka,  kulit yang sangat gatal,  memerah, jari terputus, kondisinya sangat menyedihkan dan kesembuhan adalah harapan dan dambaan mereka. Ketika Yesus berjumpa dengan orang yang sakit kusta, Yesus bersedia menyembuhkan orang   itu. lni menjadi berita yang dapat menggemparkan orang banyak.  Membuat Yesus jadi terkenal, dan akibatnya ada banyak orang sampai berbondong-bondong datang dan minta disembuhkan  oleh Yesus. Apa sikap Yesus? Bangga menjadi orang terkenal? Sombong karena menjadi populer? Yesus mengundurkan diri   ke  tempat-tempat yang  sunyi  dan berdoa. Yesus tidak terjebak dalam popularitas.  Bagaimana  cara Yesus menghindari orang banyak? Yesus justru pergi menghindari orang banyak yang ingin menjumpainya. la mencari tempat terpencil dan berdoa.   Yesus perlu menjaga jarak  dengan  orang  banyak dan menyatu dengan Bapa-Nya. Berdoa merupakan cara yang Yesus lakukan  agar  kita   tidak terjebak  dalam  kesombongan  karena menjadi populer, berdoa menjadi cara Yesus untuk menjauhkan diri dari     orang-orang yang  datang  untuk  meminta  kesembuhan. Marilah berdoa  sebagai   wujud   dari   sikap   kita   yang   mau merendahkan hati bahwa setiap pekerjaan yang telah kita lakukan bukan untuk popularitas diri sendiri  Sebaliknya milikilah hati yang peduli dan penuh belas kasihan.

Doa :  (Tuhan,  mampukan kami untuk terus berdoa  dengan  kerendahan hati. Sekalipun doa kami dijawab,  ajarlah kami  untuk  terus rindu berdoa). Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT