Lukas 18:1-8
JANGAN PERNAH MENYERAH UNTUK BERDOA
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (ay.1)
Pernahkah kita merasakan manfaat dari doa, ibarat vitamin bagi jiwa? Tanpa doa, manusia tidak dapat hidup sehat, hal ini pernah disampaikan oleh seorang yang bernama Mahalia Jackson. Sekarang kita kembali merenung dan bertanya. Apa yang biasanya membuat kita tidak berdoa? Apakah sibuk sehingga tidak sempat berdoa? Apakah sakit dan tidak merasakan manfaat doa? Susah untuk fokus? Tidak tahu apa yang mesti diucapkan dalam doa? Apakah kita sulit berdoa? Semua bisa menjadi alasan dari jawaban yang kita sampaikan. Habituasi (kebiasaan) berdoa harus dimulai, kita harus mengawali setiap aktivitas agar menjadi habituasi dengan memulainya sekarang. Kalau kita tidak pernah memulai, maka tidak akan pernah memiliki habituasi itu. Padahal berdoa itu adalah nafas bagi orang Kristen.
Dalam Firman Tuhan pada pagi hari ini, Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya agar tidak jemu-jemunya berdoa. Melalui perumpamaan tentang seorang hakim yang tidak takut Allah serta tidak menghormati sesama namun pada akhirnya mengabulkan permintaan seorang janda yang terus menerus datang meminta pertolongan kepadanya.
Perumpamaan ini disampaikan kepada para murid dan kita semua yang menjadi pembaca firman pada hari ini janganlah jemu-jemu untuk berdoa. Ayo mulailah berdoa, awali hari-harimu dengan berdoa. Jangan lupa, jangan abai, jangan menomorduakan doa namun beri centang nomor satu sebagai bagian dari urutan aktivitas yang kita lakukan setiap hari.
Doa tidak saja memberikan kekuatan namun ada banyak hal yang bisa diperoleh dengan berdoa. Bertanyalah kepada orang-orang tua kita yang hari ini masih terus berdoa. Hidup mereka lebih sehat, sukacita dan tenang karena ada kedamaian dan keteguhan serta keteduhan bagi anak-anak Tuhan yang hidupnya selalu berkomunikasi dengan Tuhan.
Doa: (Tuhan Yesus, kami ingin selalu berdoa kepada-Mu, karena di dalam berdoa kami terhubung dengan Bapa kami yang selalu menyertai kami). Amin
Editor : Alfianne Lumantow