Kisah Para Rasul 8:4-8
BERITAKANLAH INJIL KEPADA SEGALA MAKHLUK
Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil (ayat. 4)
Pernahkah saudara mendengar kalimat "Sambil menyelam minum air"? Kalimat itu merupakan peribahasa yang menggambarkan dua atau lebih pekerjaan berbeda yang dapat dilakukan pada waktu yang sama. Menyelam berbeda dengan minurn air akan tetapi keduanya dapat dikerjakan pada waktu yang bersamaan. Setelah diaken Stefanus dihukum mati dengan cara yang dilempari batu sampai mati karena dituduh menghujat Musa dan Allah, orang-orang Kristen di Yerusalem mengalami penganiayaan yang hebat. Semua orang Kristen di Yerusalem kecuali rasul-rasul pergi tersebar ke daerah Yudea dan Samaria untuk menghindari penganiayaan hebat yang terjadi terhadap orang Kristen di Yerusalem. Kisah Para Rasul 8 : 4 dan 5 mengatakan: "Mereka yang tersebar itu menjelajahi seluruh negeri sambil memberitakan lnjil".
Bukan hanya orang Kristen di Yerusalem yang tersebar, tetapi juga Filipus, salah satu dari tujuh orang yang diangkat untuk melayani meja (Kis. 6:1-7). Diaken Filipus pergi ke suatu kota di Samaria lalu memberitakan tentang Mesias kepada mereka. Pemberitaan dan tanda-tanda yang dilakukan Fllipus membuat orang banyak menerima apa yang diberitakannya dan sukacita besar terbangun di dalam kota itu.
Orang-orang Kristen, termasuk Filipus kecuali para rasul yang berkumpul di Yerusalem menghindari penganiayaan dengan menyelamatkan diri ke Yudea dan Samaria sambil tetap memberitakan lnjil. Penganiayaan mendorong mereka bergerak dari Yerusalem pergi ke Yudea dan Samaria untuk menyelamatkan diri, tetapi juga untuk memberitakan lnjil. Sambil menyelam, minum air. Cerita ini mengingatkan kita juga bahwa tugas memberitakan lnjil tidak hanya terbatas kepada sejumlah orang seperti para rasul, atau pelayan khusus dalam gereja, tetapi juga kepada setiap orang yang kepadanya Allah berkenan untuk menjadi pengikut-Nya.
Doa : (Tuhan Yesus, tolong kami, tetap setia dan taat mengerjakan tugas sebagal saksi-Mu di dalam dunia). Amin
Editor : Alfianne Lumantow