3 Yohanes 1:13-14
Kerendahan Hati : Perkara Kecil Menjadi Berkat
Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan muka (ayat 14)
Sobat teruna, sejak hari Senin bacaan kita berasal dari 3 Yohanes 1. Bagian ini menyebutkan 3 nama, yaitu Gayus (ayat 1). Diofretes (ayat 9), dan Demetrius (ayat 12). Gayus adalah seorang anggota jemaat yang terkenal karena hidup dalam kebenaran Injil. Gayus juga adalah orang yang melakukan perbuatan kasih yaitu menolong saudara-saudara yang ada dalam perjalanan memberitakan Injil, walaupun Gayus tidak mengenal mereka.
Sedangkan Diotretes, kita telah mengetahui bagalmana la lewat pembacaan kemarin. Gambaran seorang Diofretes bukanlah teladan yang baik, karena sikap, tutur dan perbuatannya yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Lain halnya dengan Demetrius yang justru dipuji oleh Yohanes, seorang penatua yang menulis surat lnl. Demetrius dikatakan sebagai seorang yang mengajarkan kebenaran lnjil dan ini disaksikan oleh banyak orang.
Ayat 13-14 merupakan penyataan dari Yohanes yang menunjukkan ada banyak pesan dan ungkapan sukacita yang ingin disampaikan kepada Gayus sebagai penerima suratnya. Namun akan lebih menyenangkan ketika bisa berjumpa secara langsung, bicara secara langsung, mengungkapkan isi hati secara langsung. Sang Penatua ingin mengungkapkan sukacitanya secara langsung. Sukacita karena Gayus dan termasuk juga Demetrius sudah hidup sebagaimana orang percaya kepada Kristus.
Sobat Teruna, Gayus dan Demetrius menunjukkan kasih melalui perkara kecil, yaitu menolong dan menerima orang-orang asing yaitu mereka para pemberita lnjil yang tidak dikenalnya. Perbuatan ini mengingatkan bahwa kita dapat memulai semua dengan perkara kecil. Kita perlu memiliki sifat kerendahan hati untuk dapat membuka diri untuk orang lain. Mari kita menunjukkan sikap hidup sebagai orang percaya kepada Kristus seperti Gayus dan Demetrius yang memiliki sifat kerendahan hati sehingga hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Doa: Tuhan tuntunlah hidupku untuk memiliki sifat kerendahan hati dan menjadi pelaku kebenaran. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow