Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 12 Juni 2024, Kejadian 41:46 PENGALAMAN, MEMUPUK PENGETAHUAN MERAWAT KEHIDUPAN

Alfianne Lumantow • 2024-06-12 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Kejadian  41:46

PENGALAMAN, MEMUPUK PENGETAHUAN MERAWAT KEHIDUPAN

"Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir" (ay.46b)

"Kamu anak bawang, masih bau kencur!",  "Kamu tahu apa!? Anak lahir kemarin", merupakan narasi-narasi yang kerap diucapkan kaum senior kepada orang muda. Ada  beberapa alasan.  Pertama, barangkali si orang muda terlalu percaya diri tanpa dasar yang kuat. Atau kedua,  mereka sebenarnya  pintar tapi belum diakui. Kadang, masalahnya adalah lemahnya komunikasi,  suasana kerja,  dan relasi interpersonal yang kurang mendukung kerja sarna antar generasi.

Dalam konteks Yusuf, ia berumur 30 tahun ketika didapuk menjadi orang    kedua di Tanah Mesir.  Sejak dibuang oleh saudara-saudaranya dan menjadi budak selama 13 tahun,  Yusuf menjalani masa mudanya dengan bekerja keras,  jujur,  dan penuh komitmen. Firaun tidak mengenalnya, tetapi kesaksian seorang kepala juru minuman, yang pernah ditahan bersama Yusuf,  membuka jalannya ke istana Firaun (Kej.  41:9).  Yusuf tidak pernah menduga.   la setia kepada Allah,  memegang  prinsip dan komitmen, punya etos kerja positif, hidup bijaksana,  serta  mengoptimalkan karunia dan kompetensi dirinya.

Jemaat  Tuhan, kebijaksanaan dan kemampuan memang  tidak selalu terikat usia. Untuk itu, lingkungan yang ramah bagi anak-anak hingga pemuda harus diciptakan. Mereka belajar beretika, berelasi, berkomunikasi,   dan berorganisasi dari rumah dan gereja.  Jika tidak kita benahi, orang muda mencari pengalaman di luar. Tidak semua orang selalu berakhir seperti Yusuf, maka keluarga  dan gereja adalah  ruang yang  merangkul,  bukan  membuang; ruang membangun kesempatan, pengalaman,  dan kontribusi. Pengalaman yang  dimiliki  para  senior  adalah  untuk memperkaya  orang  muda. Mari membangun  lingkungan,  dialog,  dan  program intergenerasional.  Sehingga,  seperti Yusuf, orang-orang muda "mengelilingi negeri" (baca:  bekerja) dengan penuh kuasa Roh Kudus,  karena kita berpartisipasi menciptakan pengalaman-pengalaman  positif yang membuat mereka menghargai kehidupan.

 

Doa :  (Tuhan, terima kasih untuk mengingatkan  kami merangkul  yang lain,  bukan membuang). Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT