Kejadian 41:46
Sebuah Pengabdian
"Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia mulai mengabdi kepada Firaun, raja Mesir. Lalu pergilah Yusuf dari hadapan Firaun dan mengelilingi seluruh tanah Mesir."(ay. 46).
Sobat Teruna, ketika menjalani hidup ini, kita dituntut untuk senantiasa meminta hikmat dari Tuhan. Dengan hikmat Tuhan, kita mampu untuk mengerti dan memahami setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup ini. Selain itu, hikmat dari Allah menuntun kita untuk memutuskan segala sesuatu dengan tepat. Untuk memperoleh hikmat dari Tuhan, maka bangunlah relasi yang baik dengan Tuhan. Menanggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru seturut kehendak Tuhan.
Yusuf dalam bacaan ini, menyadari bahwa keberhasilan yang diraihnya bukan karena kehebatannya melainkan karena hikmat yang berasal dari Tuhan. Sikap Yusuf yang senantiasa bersandar pada Tuhan, membuat hidupnya berhasil. Oleh sebab itu, ketika Firaun mempercayakan kehidupan istananya pada Yusuf, ia laksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ia bekerja keras mengarahkan seluruh kemampuan dan pengalaman untuk kebaikan Firaun dan negerinya.
Sobat Teruna, dari Yusuf kita belajar bahwa dasar dari hikmat dan pengabdian hidup kita di dunia ini adalah pengabdian hidup kita kepada Tuhan. Apapun yang kita buat, lakukan semua seperti melakukannya bagi Tuhan (Kol. 3:23). Kita hanya sanggup mengabdikan hidup kita secara optimal baik dan benar kalau kita mengerti dan melakukan dengan sungguh-sungguh pengabdian pada Tuhan, entah mengabdi dalam studi, keluarga, maupun sahabat atau komunitas kita. Mengabdi kepada Tuhan merupakan tujuan dan prinsip dari segala tindakan kita.
Pengabdian Yusuf kepada Tuhan melandasi pengabdiannya kepada raja Firaun. Yusuf, selalu melakukan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab. Ia tidak pernah lelah untuk terus melakukan yang baik dalam hidupnya. Sobat Teruna selama kita percaya dan mengabdi pada Tuhan, maka ia kan memberkati dan menyertai kehidupan kita.
Doa: Ya Tuhan, sungguh Engkau Maha Baik, Engkau sediakan yang terbaik bagiku. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow