Mazmur 118:5-9
BERANI KARENA TUHAN DI PIHAK KITA
TUHAN di pihakku, aku tidak akan takut. (ay.8a)
Sering kali kita mendengar bahkan menyaksikan pengalaman hidup orang-orang sukses seperti para pengusaha yang memulal bisnis mereka dari nol. Sebut saja almarhum Ir. Clputra. la bukan berasal dari keluarga kaya raya. Pada saat la berusia 12 tahun, ayahnya masuk penjara bahkan meninggal. Ciputra harus membantu ibunya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya patah semangat melainkan berusaha keras untuk mengejar cita-cita hingga menggiringnya untuk menjadl orang sukses. la mengakui bahwa dalam kesulitan hidup la terus berseru kepada Tuhan dan Tuhan menjawab doa-doanya.
Bacaan Mazmur 118 :5-9 mengungkapkan tentang pengalaman pendoa yang diceritakan sebelum diizinkan untuk masuk pintu gerbang dan berjalan menuju Bait Allah. Pemazmur berada di dalam kesesakan, ia dibenci oleh para lawannya. Sekalipun ruang geraknya menjadi sempit karena para lawannya, namun usaha untuk terlepas dari para lawan melalui seruan doa, membawa Pemazmur untuk kuat menghadapi ujian iman. Seruannya dijawab Tuhan di mana Tuhan mengaruniakan baginya kelegaan sehingga ia bebas dari himpitan. Bagi Pemazmur apa pun masalah yang dihadapi, berlindung kepada Tuhan lebih menjamin daripada berlindung pada kekuatan duniawi. Karena dengan yakin, Pemazmur menjadi berani sebab percaya, bahwa Tuhan berpihak padanya.
Ketika di sepanjang hari ini kita menjumpai banyak orang dengan berbagai karakter yang ada, maka bisa jadi kita pernah berada pada posisi pergumulan yang membuat kita tertekan dan menderita. Tetaplah berseru kepada Tuhan, dalam seruan minta tolong itu, beban kita menjadi ringan. Ciputra menjadi orang sukses bukan karena melewati jalan di atas "karpet merah" tetapi karena melalui proses jatuh-bangun. Terkadang kita seakan berada di tepi jurang, kadang juga kita mencapai puncak tertinggi dari gunung-gunung hidup kita. Semua itu pasti bukan karena kuat diri, tetapi karena anugerah Tuhan yang melindungi.
Doa: (Tuhan Yesus, berikanlah kami kekuatan untuk menghadapi pergumulan hidup ini). Amin
Editor : Alfianne Lumantow