Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 23 Juli 2024, 1 Korintus 12:7-11 Karunia Bukan Talenta.

Alfianne Lumantow • 2024-07-17 15:04:48
LOGO GPIB
LOGO GPIB

1 Korintus 12:7-11

KARUNIA BUKAN TALENTA

 "Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya." (ay. 11)

 

Ada penyataan Paulus  yang membuat  kita  mengerti perbedaan antara   karunia dengan talenta  (band Mat  25:14-30);  karunia diberikan oleh Roh kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya (ay. 11) sedangkan talenta adalah modal kerja yang diberikan Allah kepada  setiap orang menurut kesanggupan orang itu  (Mat 25:15).  Perbedaannya  terletak pada ukuran  yang dipakaikan, yaitu ketika seseorang mendapat  karunia tertentu, ukurannya adalah pada kehendak  Allah. Allah berhak sepenuhnya untuk memberikan  karunia  apa pun, kepada  siapa saja yang dikehendak.-Nya,  tanpa harus memberi penjelasan apa pun maupun meminta pertimbangan  dari siapa  pun.  Sedangkan  ketika memberikan talenta,  ukurannya  adalah pada kesanggupan orang yang menerima. Allah mengukur orang  itu:  seberapa  sanggup ia mengerjakan  apa yang dipercayakan kepada-Nya (Mat 25:21 ).

Perbedaan  antara karunia dengan  talenta inilah yang membuat kita seringkali kebingungan dan tidak percaya  ketika  berjumpa atau berurusan dengan orang-orang  yang memiliki  karunia,  seperti: dapat berbicara dengan sangat berhikmat  dan cerdas;  orang yang sangat beriman,  sehingga kita pikir terlalu percaya diri; orang  yang dapat menyembuhkan  orang sakit, sehingga  kita pikir ia  seorang dukun; orang yang dapat mengadakan mujizat, sehingga kita pikir  dia penipu;  orang  yang  dapat  bemubuat,  sehingga  kita suka menanyakan  'masa  depan' kepadanya;  orang yang  dapat berkata-kata dengan bahasa roh, sehingga kita pikir dia sedang  mengada-ada; orang yang dapat membedakan roh maupun menafsirkan bahasa roh,  sehingga  kita menjadi takut kepadanya.

Sekalipun tidak mudah bagi kita untuk percaya bahwa Allah berkehendak mutlak dalam memberikan karunia kepada orang-orang tertentu, Paulus memberikan petunjuk bahwa selama karunia-karunia  itu diberdayakan   untuk  kepentingan  bersama  maka karunia itu dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama.

 

Doa  : (Tuhan, singkapkanlah  karunia-karunia yang ada dalam diri kami sehingga kami dapat berdaya-guna di manapun berada). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT