1 Yohanes 4:5-6
KAMI BERASAL DARI ALLAH!
"Kami berasal dari Allah. Siapa yang mengenal Allah, ia mendengarkan kami ... " (ay.6).
Malam ini, dalam Surat 1 Yohanes 4:5, pengarang memperkenalkan kita dengan suatu komunitas yang disebut "mereka yang berasal dari dunia". Mereka adalah pengikut, penganut dan penyebar ajaran sesat, mereka bukan Yahudi maupun non-Yahudi, namun ironisnya mereka mengaku sebagai Kristen. Mereka adalah Kristen, tapi sesat. Kenapa disebut sesat? Karena dalam ajarannya mereka, menyangkal inkarnasi Yesus Kristus (2:22, 4:2-3), tidak mengakui pengorbanan di kayu salib, serta menolak Perjamuan Kudus, namun menerima dan mengakui baptisan. Mereka juga menganggap diri tidak berdosa (1 :8) dan merasa sudah memiliki roh (4:1 ). Pengarang menyebut mereka sebagai nabi-nabi palsu (4:1 ), bahkan sebagai anti Kristus (2: 18).
Pada ayat selanjutnya (4:6), pengarang mengasosiasikan/menautkan dirinya dengan mereka "yang berasal dari Allah" sebagai pernyataan melawan dan menentang komunitas Kristen sesat tersebut. Rupanya komunitas sesat ini telah menjamur dan menjangkiti komunitas Kristen yang ada pada saat itu dengan ajaran mereka yang menyimpang. Di sini pengarang bermaksud untuk mempertahankan kemurnian ajaran gereja serta pengakuan iman yang benar. Artinya gereja dengan tegas menolak ajaran dari komunitas Kristen yang sesat seperti penolakan mereka atas kemanusiaan Yesus Kristus, penebusan di kayu salib, dan berperilaku menuruti perintah-perintah Allah. Kepada pembacanya, pengarang ingin agar mereka kritis dan berhikmat menghadapi ajaran yang bermunculan di tengah-tengah mereka, jangan sampai terpengaruh hanya karena disampaikan oleh orang/komunitas yang mengaku Kristen.
Sebagai pembaca masa kini, kita juga harus kritis dan berhikmat, terlebih diera digitalisasi sekarang ini. Kita perlu sekali teliti dan berhati-hati untuk setiap konten, khususnya di media sosial yang kita lihat atau baca. Jangan sampai terpesona hanya karena tampilan visual yang memukau.
Doa : (Tolonglah kami agar berhikmat, dan tetap berjalan dalam kebenaran). Amin
Editor : Alfianne Lumantow