Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 8 Desember 2024, 1 Yohanes 4:5-6 Kami Berasal Dari Allah.

Alfianne Lumantow • 2024-12-08 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

1 Yohanes 4:5-6

KAMI BERASAL DARI ALLAH!

"Kami berasal dari Allah. Siapa yang mengenal Allah, ia mendengarkan kami ... " (ay.6).

Malam ini, dalam Surat 1 Yohanes 4:5, pengarang   memperkenalkan kita dengan suatu komunitas yang disebut  "mereka yang berasal dari dunia".  Mereka  adalah pengikut, penganut dan penyebar ajaran sesat,  mereka bukan Yahudi maupun  non-Yahudi, namun ironisnya mereka mengaku sebagai Kristen. Mereka adalah Kristen,  tapi  sesat.  Kenapa  disebut  sesat?  Karena dalam  ajarannya  mereka, menyangkal inkarnasi Yesus Kristus (2:22,  4:2-3),  tidak mengakui  pengorbanan di kayu salib,  serta menolak Perjamuan Kudus, namun menerima dan  mengakui baptisan. Mereka  juga menganggap  diri tidak berdosa (1 :8) dan merasa  sudah  memiliki roh (4:1 ).  Pengarang   menyebut  mereka  sebagai   nabi-nabi  palsu  (4:1 ), bahkan   sebagai  anti Kristus  (2: 18).

Pada ayat  selanjutnya (4:6), pengarang mengasosiasikan/menautkan  dirinya dengan mereka "yang berasal dari Allah" sebagai pernyataan melawan dan  menentang komunitas Kristen sesat tersebut. Rupanya komunitas sesat ini telah menjamur  dan menjangkiti komunitas  Kristen yang ada pada saat itu dengan ajaran mereka yang menyimpang.   Di sini pengarang bermaksud untuk mempertahankan   kemurnian   ajaran  gereja serta pengakuan iman yang benar. Artinya gereja dengan tegas menolak ajaran dari komunitas Kristen yang sesat seperti  penolakan mereka  atas kemanusiaan Yesus Kristus, penebusan di kayu salib, dan berperilaku menuruti  perintah-perintah  Allah. Kepada  pembacanya, pengarang ingin agar mereka kritis dan berhikmat menghadapi ajaran yang bermunculan di tengah-tengah  mereka,  jangan sampai terpengaruh hanya karena disampaikan  oleh  orang/komunitas   yang mengaku  Kristen.

Sebagai pembaca masa kini, kita juga harus kritis dan berhikmat, terlebih diera digitalisasi sekarang ini.  Kita perlu sekali teliti dan berhati-hati  untuk setiap konten, khususnya di media sosial yang kita lihat atau baca. Jangan  sampai terpesona  hanya  karena  tampilan visual yang memukau.

 

Doa :  (Tolonglah kami agar berhikmat, dan tetap berjalan dalam kebenaran). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT