Yunus 4:1-3
ECHO CEMBER
Tetapi, hal itu membuat Yunus sangat gusar dan marah (ay.1)
Bacaan kita menggambarkan sikap menyedihkan dari orang pilihan Allah yang berpredikat nabi. Yunus senang menerima belas kasihan Allah yang memberi kesempatan baru baginya tetapi tidak senang bahkan tidak menerima ketika Allah berbelas kasihan kepada Niniwe.
Perubahan rencana Allah dari menghukum menjadi mengampuni Niniwe, membuat Yunus marah dan menilainya sebagai kesalahan besar.
Yang diharapkan Yunus, Allah bertindak seperti apa yang dipikirkannya yaitu menghukum bukan mengampuni Niniwe.
Pernahkah kita bertindak seperti Yunus? Menjadi marah dan panas hati saat orang yang berseberangan atau yang tidak kita sukai bukannya mendapat hukuman tetapi menerima belas kasih Allah.
Ayat dua bacaan kita menampakkan keyakinan Yunus pada Allah yang pengasih dan penyayang, lambat marah dan menyesal pada malapetaka yang akan diberikan-Nya.
Keyakinan ini yang membuat Yunus melarikan diri. Dia tidak mau melihat Niniwe bertobat lalu Allah mengampuni mereka.
Harapan Yunus, Allah mengasihi dirinya dan bangsanya bukan mengasihi musuhnya. Yunus berharap keadilan Allah dinyatakan dalam bentuk hukuman bagi Niniwe, bukan kasih karunia yang mengampuni mereka.
Dalam masyarakat dewasa ini, dikenal istilah Echo Chamber, yaitu budaya yang hanya mendengar pendapat diri sendiri dan membela diri secara berlebihan terhadap pandangannya.
Seperti halnya Yunus yang menolak dan menganggap Niniwe tak pantas untuk diampuni dan mendapatkan kesempatan baru karena kesalahan mereka.
Yunus merasa benar sendiri dan tidak membuka diri terhadap kasih dan kehendak Allah yang melampaui batas pandangannya.
Dunia memerlukan kasih Allah yang tidak menyimpan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk menolak atau menghakimi.
Dunia digital memerlukan murid-murid-Nya yang tidak terus menerus menghakimi tanpa batas, tetapi mengasihi dengan kasih Allah yang tanpa batas. Amin.
Doa: Kami bersyukur atas kasih-Mu Bapa, kiranya melalui kasih-Mu kami pun sukacita mengampuni sesama. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow