Yunus 4:6
24/7 On
"...Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu." (ay.6)
Bacaan kita membedakan secara luar biasa karakter Allah yang Maha Rahimi dan keegoisan seorang nabi Allah yang keras kepala.
Sang nabi yang sedang kelelahan, kepanasan dengan kondisi mental dan fisik yang buruk tiba-tiba bersukacita melihat pohon jarak yang tumbuh.
Pohon jarak tidak tumbuh secara alamiah tetapi sesuai ketentuan TUHAN yang mengasihi Yunus dan Niniwe.
Pohon jarak menggambarkan kedaulatan TUHAN atas alam semesta, namun kedaulatan itu tidak didasarkan oleh kasih TUHAN yang sempurna.
TUHAN menghadapi Yunus yang marah dan duduk dalam kepahitan, tidak dengan hukuman tetapi dengan pohon jarak yang melindungi dan memberi kenyamanan.
Inilah salah satu bentuk kasih setia TUHAN yang sempurna dan tak bersyarat. Kasih Allah melampaui kegagalan dan kelemahan manusia.
Dunia digital selalu aktif terhubung, kita mengenal istilah "24/7 on "yaitu tersedia 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu.
Dalam dunia yang tidak pernah berhenti beroperasi ini, dengan mudah orang terpapar interaksi positif yang membangun, tetapi juga bisa interaksi negatif yang memicu kemarahan.
Serta penyebaran ujaran kebencian. Dalam konteks inilah kita memerlukan kasih TUHAN yang sempurna, tak bersyarat dan peduli pada semua ciptaan termasuk yang tidak layak.
Kasih TUHAN ini perlu kita selami dan praktikkan dalam seluruh aspek kehidupan, terlebih dalam berinteraksi dengan semua orang tanpa memandang latar belakang dan status.
Khusus bagi mereka yang aktif dalam 24/7 On, praktikkanlah kasih Tuhan yang penuh pengampunan, sabar dan bersifat universal.
Dunia 24/7 on atau dunia digital, tidak hanya memerlukan koneksi tetapi membutuhkan pribadi-pribadi yang menghadirkan kasih TUHAN yang melampaui perbedaan, juga memerlukan damai yang hadir melalui kehidupan kita. Amin.
Doa: TUHAN, bantu kami membawa berita sukacita penuh kedamaian dalam kasih-Mu yang melampaul perbedaan, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow